Jumat, 02 Januari 2015

ANALISIS FILM: THE BUCKET LIST

Posted by Unknown On 02.14


A.    SINOPSIS FILM
Film ini mengisahkan tentang persahabatan anatara dua orang tua yang bernama Carter Chamber dan Edward Cole. Mereka tidak sengaja bertemu di rumah sakit karena sama-sama mengidap kanker paru-paru stadium akhir. Carter Chamber adalah seorang mekanik mesin yang hidup pas-pasaan sedangkan Edward Cole adalh seorang milyader yang memiliki banyak rumah sakit di Loa Angles. Karena kebijakan Edward Cole inilah yang membuat mereka berdua sekamar di rumah sakit.
Awalnya Edward merasa keberatan harus berbagi kamar dengan Carter. Namun dengan berjalannya waktu dan sama-sama menjalani penderitaan akibat penyakit mereka, akhirnya mereka menjadi teman.
Carter memiliki keluarga yang bahagia, memiliki seorang istri bernama Virginia, 3 orang anak dan beberapa cucu. Carter juga mempunyai banyak pengetahuan sejarah dan sangat bangga dengan pengetahuan sejarahnya. Carter dulu bercita-cita menjadi seorang profesor sejarah, namun menurutnya cita-citanya kandas karena dia berkulit hitam, bangkrut dan akan memiliki anak.
Berbeda dengan Carter, Edward  pecinta Kopi Luwak, yang memiliki banyak rumah sakit merupakan seorang yang hidup sendiri. Sudah bercerai empat kali, dan tidak berkomunikasi sama sekali dengan putri satu-satunya. Edward selalu ditemani oleh asisten pribadinya Thomas yang sebenarnya bernama Matthew, namun Edward selalu menyebutnya dengan nama Thomas karena tidak suka nama Mathew. Selama bekerja pada Edward, Thomas selalu menjadi bulan-bulanan amarah Edward. Selama di rumah sakit, Edward juga memerintahkan agar Thomas juga melayani Carter dengan baik.
Selama ini Carter telah menulis Bucket List (hal-hal yang ingin dikerjakan/dialami sebelum ajal menjemput). Setelah divonis dokter bahwa penyakitnya telah menggerogoti tubuhnya dan umurnya paling lama hanya setahun Carter pun membuang cacatan tersebut. Edward menemukan catatan tersebut esok harinya, dan mendorong Carter untuk mewujudkan keinginan-keinginannya itu, dan bersedia menyandang dananya. Edward pun juga menambah beberapa catatan keinginannya sendiri.
Pada awalnya Virginia, istri Carter tidak setuju dengan rencana kepergiannya itu. Namun Carter memaksa dan nekat tetap pergi. Perjalanan mereka berdua dimulai dengan terjun payung, membuat tato, balap mobil, pergi di madagaskar melihat hewan liar, ke melihat Taj Mahal, piramida, pergi ke Cina menyusuri Tembok Besar Cina hingga Hongkong. Perlahan coretan yang ada pada kertas dahulu (The Bucket List) dicoret satu persatu. Hanya saja ketika sampai di kaki gunung Everest mereka tidak jadi mendaki karena kondisi cuaca yang buruk.
Di Hongkong Carter dibujuk oleh seorang gadis untuk berbuat seks, tetapi menolak dan akhirnya memutuskan untuk kembali bersama keluarganya. Ketika perjalanan pulang Carter mencoba membujuk Edward untuk mencoba memperbaiki hubungannya dengan putrinya. Namun, Edward marah besar dan tibulah pertengkaran diantara mereka berdua.
Carter pun kembali ke rumah dan disambut oleh keluarga yang hangat. Namun, Edward malah merasa sendirian di rumahnya. Namun, ketika Virginia berdandan dan bermaksud memuaskan seks, Carter pingsan dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Kondisi Carter semakin parah dan Edward pun menjenguknya. Ketika bertemu Carter mencairkan suasana dengan membuat sedikit lelucon tentang kopi luwak.
Ketika Carter dioprasi, Edward membaca surat darinya berisi permohonan maaf dan ingin agar Edward memperbaiki hubungannya dengan putrinya dan Edward pun menemui putrinya untuk menyelesaikan semuanya.
Oprasi yang dilakukan Carter gagal, sehingga dia menemui ajalnya. Beberapa bulan kemudian Edward juga meninggal. Abu dari keduanya dibawa oleh Thomas di puncak gunung Everest, hingga akhirnya semua daftar cacatan (The Bucket List) tercapai.
B.     ANALISIS FILM
1.      Menurut  Hurlock (1980) ada 8 karakteristik masa dewasa akhir, sehingga Carter, Edward dan Virginia memasuki masa dewasa akhir, yaitu:
a.       Adanya periode penurunan atau kemunduran yang disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis, ini terlihat jelas ketika Edward saat meminum kopi tangannnya bergetar menandakan menurunya kekuatan fisik, selain itu dalam membaca Edward juga memerlukan kaca mata.
b.      Perbedaan individu dalam efek penuaan. Ada yang menganggap periode ini sebagaiwaktunya untuk bersantai dan ada pula yang mengaggapnya sebagai hukuman. Ini terlihat jelas bahwa wajah Edward dan Carter sama-sama mengkerut, namun tetap muncul perbedaan baik segi keluarga, ekonomi, sosial, budaya maupun banyak kerutan diwajahnya.
c.       Ada stereotip-stereotip mengenai usia lanjut. Yang menggambarkan masa tua tidaklah menyenangkan. Namun, dalam cerita Carter dan Edward berusaha menikmati sisa hidupnya dengan membuat “the bucket list”.
d.      Sikap sosial terhadap usia lanjut. Kebanyakan masyarakat menganggap orang berusialanjut tidak begitu dibutuhkan karena energinya sudah melemah. Tetapi, ada juga masyarakat yang masih menghormati orang yang berusia lanjut terutama yangdianggap berjasa bagi masyarakat sekitar. Dalam cerita Edward masih dihormat karena memiliki kekuasaan, pengetahuan, dan usaha yang dirintisnya semenjak muda. Dan Carter pun juga masih dihormati oleh keluarganya.
e.       Mempunyai status kelompok minoritas. Adanya sikap sosial yang negatif tentang usia lanjut. Meskipun begitu Edward berusaha menjadi orang normal dengan uangnya.
f.       Adanya perubahan peran. Karena tidak dapat bersaing lagi dengan kelompok yang lebih muda. Perubahan peran tetap terjadi, namun Edward tetap dapat bersaing dengan kelompok yang muda. Carter juga mengalami perubahan peran, namun tidak diceritakan apakah dapat bersaig atau tidak dengan kelompok muda.
g.      Penyesuaian diri yang buruk. Timbul karena adanya konsep diri yang negatif yang disebabkan oleh sikap sosial yang negatif. Edward mengalami demikian karena sikap sosialnya negative, sehingga ketika selesai oprasi tidak ada yang menjenguknya.
h.      Ada keinginan untuk menjadi muda kembali. Mencari segala cara untuk memperlambat penuaan. Ini digambarkan ketika mereka berusaha mencapai impiannya di “the bucket list”
2.      Menurut Santrock (2002: 193), perbedaan jenis kelamin pada usia yang panjang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor biologis. Di dalam keseluruhan spesies sebenarnya, wanita hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Dalam cerita terbukti bahwa Virginia lebih bertahan hidup daripada Carter dan Edward.
3.      Menurut Santrock (2002: 201), hampir ¾ seluruh orang dewasa lanjut meninggal akibat serangan jantung, kanker, atau penyakit cerebrouascular (stroke). Dalam cerita dibuktikan dengan meninggalnya Edward dan Carter karena kanker.
4.      Menurut Morse dan Johnson (dalam Santrock 2002: 208), sikap baik dari penyedia perawatan kesehatan maupun orang dewasa lanjut merupakan aspek penting bagi kesehatan orang dewasa lanjut. Dalam cerita ini tunjukkan dengan perawatan intensif yang diberikan tenaga medis mempengaruhi kesehatan Carter dan Edward.
5.      Menurut Greene, dkk (dalam Santrock 2002: 208), di dalam penelitian komunikasi dalam suatu kelompok dokter separuh baya dengan para pasiennya dari berbagai usia telah dipelajar. Ara dokter memunculkan sedikit isu psikososial (bertanya kepada pasien mengenai kecemasannya, aktivitas, dan lain-lan). Dan pada saat pasien tua memberikan perhatian psikososialnya para dokter kurang menanggapi. Hal ini digambarkan dalam cerita ketika Carter bertanya tentang kesehatannya kepada dokter yang menangani Edward, dokter tersebut langsung menolaknya dengan alasan tidak mengetahui kasusnya.
6.      Horn (dalam Santrock 2002: 218-209) berfikir bahwa beberapa kemampuan menurun sedangkan kemampuan yang lainya tidak. Dia juga menyatakan, bahwa kecerdasan yang mengkristal (Crytalliized Intellegence)-yaitu sekumpulan informasi dan kemampuan-kemampuan verbal yang dimiliki individu-meningkat seiring usia, sedangkan kecerdasan yang mengalir (Fluid Intelligence)-yaitu kemampuan seorang untuk berfikir abstrak-menurun secara pasti semenjak dewasa tengah. Hal ini ditunjukkan dalam cerita bahwa Edward dapat memimpin perusahaannya, dan Carter dapa menjawab dan menjelaskan tentang sejarah secara rinci berdasarkan buku-buku yang sering dibacanya semasa muda. Namun, kekuatan yang mereka miliki menurun karena penuaan.
7.      Menurut Baltes (dalam Santrock 2002: 223) kebijaksanaan (wisdom) merupakan pengetahuan seorang ahli mengenai aspek-aspek praktis dari kehidupan memungkinkan munculnya keputusan yang bermutu mengenai hal-hal yang penting dalam kehidupan. Kebijaksanaan dilakukan oleh sebagian besar orang dewasa akhir. Dalam cerita kebijaksaaan Carter dan Edward dilakukan dalam pengambilan keputusan untuk mencapai “the bucket list”. Kemudian keputusan Carter kembali kerumah dan keputusan Edward untuk memperbaiki hubungan dengan putrinya merupakan bentuk dari kebijaksanaan.
8.      Menurut Landy (dalam Santrock 2002: 225) beberapa orang tetap mempertahankan produktivitas sepanjang kehidupannya. Orang-orang dewasa lanjut ini mungkin mengikuti agenda pekerjaan yang melelahkan bagi pekerja-pekerja yang lebih muda, dan beberapa pekerja tua menunjukkan keterampilan-keterampilan kreatif yang lebih tinggi daripada rekan kerjanya yang lebih muda. Hal ini digambarkan dalam cerita Edward ketika rapat lebih dihormati dan pendapatnya lebih diakui dan diikuti dalam memimpin perusahaanya.
9.      Menurut Santrock (2002: 230) gangguan kecemasan (anxiecty disorders) adalah gangguan psikologis yang dicirikan dengan ketegangan motorik (gelisah, gemetar, dan ketidakmampuan untuk rileks), hiperaktivitas (pusing, jantung berdebar-debar, atau berkeringat) dan pikiran serta harapan yang mencemaskan. Gangguan kecemasan kerap dirasakan oleh orang dewasa akhir. Dalam cerita gangguan kecemasan dialami oleh Edward dan Carter ketika mereka divonis oleh dokter bahwa umur mereka tinggal sedikit, dan teratasi dengan memotivasi satu sama lain untuk mewujudkan “the bucket list”. Gangguan kecemasan juga dirasakan oleh Virginia ketika ditinggal pergi oleh Carter dan terobati ketika suaminya kembali. Selain itu jua dialami oleh Edward ketika sendirian di rumah dan tidak ada yang menemani.
10.  Kegiatan yang dilakukan Edward dan Carter mrupakan teori aktivitas karena mereka melakukan aktivitas-aktivitas yang menimbulkan kepuasan. Santrock (2002: 239) menyatakan, teori aktivitas menyatakan semakin orang-orang dewasa lanjut aktif dan terlibat, semakin kecil kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar kemungkinan mereka merasa puasdengan kehidupannya.
11.  Menurut Condi, dkk (dalam Santrock 2002: 246) kebahagiaan pernikahan sebagai seorang dewasa lanjut juga dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing pasangan untuk menghadapi konflik-konflik personal, termasuk penuaan, sakit, dan tentunya kematian. Hal ini dalam cerita di gambarkan bahwa Virginia dan Cartel mengalami kebahagiaan pernikahan ketika Cartel kembali ke rumah dan mereka bersama-sama menikmati itu dengan keluarga meskipun mereka menyadari bahwa Cartel sedang sakit dan umurnya tidak panjang lagi.
12.  Menurut Lee (dalam Santrock 2002:246) orang-orang yang menikah di masa dewasa akhir biasanya lebih bahagia dibandingkan orang-orang yang sendiri. Hal ini diungkapkan dalam cerita bahwa Cartel lebih terlihat bahagia ketika bersama keluarganya dibandingkan dengan Edward yang tinggal sendirian di rumah megahnya.
13.  Santrock (2002: 248) menyatakan bahwa persahabatan diantara orang-orang lanjut usia menjadi penting. Hal ini tergambar dalam cerita persahabatan antara Cartel dan Edward yang kuat menimbulkan saling berubah bahagia satu sama lain akibat kesenangan dalam mencapai “the bucket list” dan kepahaman akan pentingnya keluarga
14.  Menurut Santrock (2002: 252-253) seorang dewasa akhir akan mencapai kepuasan hidup yang dapat ditinjau dari segi pendapatan, kesehatan, suatu gaya hidup yang aktif, serta jaringan pertemanan dan keluarga. Kepuasan hidup sendiri adalah kesejahteraan  psikologis secara umum atau kepuasan terhadap kehidupan secara keseluruhan. Kepuasan hidup digunakan secara luas dalam indeks kesejahteraan psikologis pada orang-orang dewasa lanjut. Kepuasan hidup dalam cerita telah dicapai oleh Edward dan Cartel sebelum mereka berdua meninggal.
C.    KESIMPULAN
Dalam film “the bucket list” menceritakan kehidupan dua orang dewasa akhir dilihat dari segi fisik, kognitif dan sosioemosional dan dapat di ungkapkan dengan beberapa teori yang ada, seperti kebijaksanaan, kepuasan hidup, kebahagiaan pernikahaan, dan lain sebagainya.
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan sopan

  • Mahasiswa

  • Beasiswa Bidik Misi
  • Praktek Pengalaman Lapangan
  • Pusat Kuliah Kerja Nyata (KKN)
  • Seleksi Penerimaan Mahasiswa (SPMU)
  • Sistem Informasi Skripsi
  • Contact me

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus