A. SINOPSIS FILM
Film ini mengisahkan tentang persahabatan anatara
dua orang tua yang bernama Carter Chamber dan Edward Cole. Mereka tidak sengaja
bertemu di rumah sakit karena sama-sama mengidap kanker paru-paru stadium
akhir. Carter Chamber adalah seorang mekanik mesin yang hidup pas-pasaan
sedangkan Edward Cole adalh seorang milyader yang memiliki banyak rumah sakit
di Loa Angles. Karena kebijakan Edward Cole inilah yang membuat mereka berdua
sekamar di rumah sakit.
Awalnya Edward merasa keberatan harus berbagi kamar
dengan Carter. Namun dengan berjalannya waktu dan sama-sama menjalani
penderitaan akibat penyakit mereka, akhirnya mereka menjadi teman.
Carter memiliki keluarga yang bahagia, memiliki
seorang istri bernama Virginia, 3 orang anak dan beberapa cucu. Carter juga
mempunyai banyak pengetahuan sejarah dan sangat bangga dengan pengetahuan
sejarahnya. Carter dulu bercita-cita menjadi seorang profesor sejarah, namun
menurutnya cita-citanya kandas karena dia berkulit hitam, bangkrut dan akan
memiliki anak.
Berbeda dengan Carter, Edward pecinta Kopi Luwak, yang memiliki banyak
rumah sakit merupakan seorang yang hidup sendiri. Sudah bercerai empat kali,
dan tidak berkomunikasi sama sekali dengan putri satu-satunya. Edward selalu
ditemani oleh asisten pribadinya Thomas yang sebenarnya bernama Matthew, namun
Edward selalu menyebutnya dengan nama Thomas karena tidak suka nama Mathew.
Selama bekerja pada Edward, Thomas selalu menjadi bulan-bulanan amarah Edward.
Selama di rumah sakit, Edward juga memerintahkan agar Thomas juga melayani
Carter dengan baik.
Selama ini Carter telah menulis Bucket List (hal-hal
yang ingin dikerjakan/dialami sebelum ajal menjemput). Setelah divonis dokter
bahwa penyakitnya telah menggerogoti tubuhnya dan umurnya paling lama hanya
setahun Carter pun membuang cacatan tersebut. Edward menemukan catatan tersebut
esok harinya, dan mendorong Carter untuk mewujudkan keinginan-keinginannya itu,
dan bersedia menyandang dananya. Edward pun juga menambah beberapa catatan
keinginannya sendiri.
Pada awalnya Virginia, istri Carter tidak setuju
dengan rencana kepergiannya itu. Namun Carter memaksa dan nekat tetap pergi.
Perjalanan mereka berdua dimulai dengan terjun payung, membuat tato, balap
mobil, pergi di madagaskar melihat hewan liar, ke melihat Taj Mahal, piramida,
pergi ke Cina menyusuri Tembok Besar Cina hingga Hongkong. Perlahan coretan
yang ada pada kertas dahulu (The Bucket List) dicoret satu persatu. Hanya saja
ketika sampai di kaki gunung Everest mereka tidak jadi mendaki karena kondisi
cuaca yang buruk.
Di Hongkong Carter dibujuk oleh seorang gadis untuk
berbuat seks, tetapi menolak dan akhirnya memutuskan untuk kembali bersama
keluarganya. Ketika perjalanan pulang Carter mencoba membujuk Edward untuk
mencoba memperbaiki hubungannya dengan putrinya. Namun, Edward marah besar dan
tibulah pertengkaran diantara mereka berdua.
Carter pun kembali ke rumah dan disambut oleh
keluarga yang hangat. Namun, Edward malah merasa sendirian di rumahnya. Namun,
ketika Virginia berdandan dan bermaksud memuaskan seks, Carter pingsan dan
akhirnya dibawa ke rumah sakit. Kondisi Carter semakin parah dan Edward pun
menjenguknya. Ketika bertemu Carter mencairkan suasana dengan membuat sedikit
lelucon tentang kopi luwak.
Ketika Carter dioprasi, Edward membaca surat darinya
berisi permohonan maaf dan ingin agar Edward memperbaiki hubungannya dengan
putrinya dan Edward pun menemui putrinya untuk menyelesaikan semuanya.
Oprasi yang dilakukan Carter gagal, sehingga dia
menemui ajalnya. Beberapa bulan kemudian Edward juga meninggal. Abu dari
keduanya dibawa oleh Thomas di puncak gunung Everest, hingga akhirnya semua
daftar cacatan (The Bucket List) tercapai.
B. ANALISIS FILM
1. Menurut
Hurlock (1980) ada 8
karakteristik masa dewasa akhir, sehingga Carter, Edward dan Virginia memasuki
masa dewasa akhir, yaitu:
a. Adanya
periode penurunan atau kemunduran yang disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis,
ini terlihat jelas ketika Edward saat meminum kopi tangannnya bergetar
menandakan menurunya kekuatan fisik, selain itu dalam membaca Edward juga
memerlukan kaca mata.
b. Perbedaan
individu dalam efek penuaan. Ada yang menganggap periode ini sebagaiwaktunya
untuk bersantai dan ada pula yang mengaggapnya sebagai hukuman. Ini terlihat
jelas bahwa wajah Edward dan Carter sama-sama mengkerut, namun tetap muncul
perbedaan baik segi keluarga, ekonomi, sosial, budaya maupun banyak kerutan
diwajahnya.
c. Ada
stereotip-stereotip mengenai usia lanjut. Yang menggambarkan masa tua tidaklah
menyenangkan. Namun, dalam cerita Carter dan Edward berusaha menikmati sisa
hidupnya dengan membuat “the bucket list”.
d. Sikap
sosial terhadap usia lanjut. Kebanyakan masyarakat menganggap orang
berusialanjut tidak begitu dibutuhkan karena energinya sudah melemah. Tetapi,
ada juga masyarakat yang masih menghormati orang yang berusia lanjut terutama
yangdianggap berjasa bagi masyarakat sekitar. Dalam cerita Edward masih
dihormat karena memiliki kekuasaan, pengetahuan, dan usaha yang dirintisnya
semenjak muda. Dan Carter pun juga masih dihormati oleh keluarganya.
e. Mempunyai
status kelompok minoritas. Adanya sikap sosial yang negatif tentang usia
lanjut. Meskipun begitu Edward berusaha menjadi orang normal dengan uangnya.
f. Adanya
perubahan peran. Karena tidak dapat bersaing lagi dengan kelompok yang lebih
muda. Perubahan peran tetap terjadi, namun Edward tetap dapat bersaing dengan
kelompok yang muda. Carter juga mengalami perubahan peran, namun tidak
diceritakan apakah dapat bersaig atau tidak dengan kelompok muda.
g. Penyesuaian
diri yang buruk. Timbul karena adanya konsep diri yang negatif yang disebabkan
oleh sikap sosial yang negatif. Edward mengalami demikian karena sikap
sosialnya negative, sehingga ketika selesai oprasi tidak ada yang menjenguknya.
h. Ada
keinginan untuk menjadi muda kembali. Mencari segala cara untuk memperlambat
penuaan. Ini digambarkan ketika mereka berusaha mencapai impiannya di “the
bucket list”
2. Menurut
Santrock (2002: 193), perbedaan jenis kelamin pada usia yang panjang juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor biologis. Di dalam keseluruhan spesies
sebenarnya, wanita hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Dalam cerita
terbukti bahwa Virginia lebih bertahan hidup daripada Carter dan Edward.
3. Menurut
Santrock (2002: 201), hampir ¾ seluruh orang dewasa lanjut meninggal akibat
serangan jantung, kanker, atau penyakit cerebrouascular
(stroke). Dalam cerita dibuktikan dengan meninggalnya Edward dan Carter
karena kanker.
4. Menurut
Morse dan Johnson (dalam Santrock 2002: 208), sikap baik dari penyedia
perawatan kesehatan maupun orang dewasa lanjut merupakan aspek penting bagi
kesehatan orang dewasa lanjut. Dalam cerita ini tunjukkan dengan perawatan
intensif yang diberikan tenaga medis mempengaruhi kesehatan Carter dan Edward.
5. Menurut
Greene, dkk (dalam Santrock 2002: 208), di dalam penelitian komunikasi dalam
suatu kelompok dokter separuh baya dengan para pasiennya dari berbagai usia
telah dipelajar. Ara dokter memunculkan sedikit isu psikososial (bertanya
kepada pasien mengenai kecemasannya, aktivitas, dan lain-lan). Dan pada saat
pasien tua memberikan perhatian psikososialnya para dokter kurang menanggapi.
Hal ini digambarkan dalam cerita ketika Carter bertanya tentang kesehatannya
kepada dokter yang menangani Edward, dokter tersebut langsung menolaknya dengan
alasan tidak mengetahui kasusnya.
6. Horn
(dalam Santrock 2002: 218-209) berfikir bahwa beberapa kemampuan menurun
sedangkan kemampuan yang lainya tidak. Dia juga menyatakan, bahwa kecerdasan
yang mengkristal (Crytalliized Intellegence)-yaitu sekumpulan informasi dan
kemampuan-kemampuan verbal yang dimiliki individu-meningkat seiring usia,
sedangkan kecerdasan yang mengalir (Fluid Intelligence)-yaitu kemampuan seorang
untuk berfikir abstrak-menurun secara pasti semenjak dewasa tengah. Hal ini
ditunjukkan dalam cerita bahwa Edward dapat memimpin perusahaannya, dan Carter
dapa menjawab dan menjelaskan tentang sejarah secara rinci berdasarkan
buku-buku yang sering dibacanya semasa muda. Namun, kekuatan yang mereka miliki
menurun karena penuaan.
7. Menurut
Baltes (dalam Santrock 2002: 223) kebijaksanaan (wisdom) merupakan pengetahuan
seorang ahli mengenai aspek-aspek praktis dari kehidupan memungkinkan munculnya
keputusan yang bermutu mengenai hal-hal yang penting dalam kehidupan.
Kebijaksanaan dilakukan oleh sebagian besar orang dewasa akhir. Dalam cerita
kebijaksaaan Carter dan Edward dilakukan dalam pengambilan keputusan untuk
mencapai “the bucket list”. Kemudian keputusan Carter kembali kerumah dan
keputusan Edward untuk memperbaiki hubungan dengan putrinya merupakan bentuk
dari kebijaksanaan.
8. Menurut
Landy (dalam Santrock 2002: 225) beberapa orang tetap mempertahankan
produktivitas sepanjang kehidupannya. Orang-orang dewasa lanjut ini mungkin
mengikuti agenda pekerjaan yang melelahkan bagi pekerja-pekerja yang lebih
muda, dan beberapa pekerja tua menunjukkan keterampilan-keterampilan kreatif
yang lebih tinggi daripada rekan kerjanya yang lebih muda. Hal ini digambarkan
dalam cerita Edward ketika rapat lebih dihormati dan pendapatnya lebih diakui
dan diikuti dalam memimpin perusahaanya.
9. Menurut
Santrock (2002: 230) gangguan kecemasan (anxiecty disorders) adalah gangguan
psikologis yang dicirikan dengan ketegangan motorik (gelisah, gemetar, dan
ketidakmampuan untuk rileks), hiperaktivitas (pusing, jantung berdebar-debar,
atau berkeringat) dan pikiran serta harapan yang mencemaskan. Gangguan
kecemasan kerap dirasakan oleh orang dewasa akhir. Dalam cerita gangguan
kecemasan dialami oleh Edward dan Carter ketika mereka divonis oleh dokter
bahwa umur mereka tinggal sedikit, dan teratasi dengan memotivasi satu sama lain
untuk mewujudkan “the bucket list”. Gangguan kecemasan juga dirasakan oleh
Virginia ketika ditinggal pergi oleh Carter dan terobati ketika suaminya
kembali. Selain itu jua dialami oleh Edward ketika sendirian di rumah dan tidak
ada yang menemani.
10. Kegiatan
yang dilakukan Edward dan Carter mrupakan teori aktivitas karena mereka
melakukan aktivitas-aktivitas yang menimbulkan kepuasan. Santrock (2002: 239)
menyatakan, teori aktivitas menyatakan semakin orang-orang dewasa lanjut aktif
dan terlibat, semakin kecil kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar
kemungkinan mereka merasa puasdengan kehidupannya.
11. Menurut
Condi, dkk (dalam Santrock 2002: 246) kebahagiaan pernikahan sebagai seorang
dewasa lanjut juga dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing pasangan untuk
menghadapi konflik-konflik personal, termasuk penuaan, sakit, dan tentunya
kematian. Hal ini dalam cerita di gambarkan bahwa Virginia dan Cartel mengalami
kebahagiaan pernikahan ketika Cartel kembali ke rumah dan mereka bersama-sama
menikmati itu dengan keluarga meskipun mereka menyadari bahwa Cartel sedang
sakit dan umurnya tidak panjang lagi.
12. Menurut
Lee (dalam Santrock 2002:246) orang-orang yang menikah di masa dewasa akhir
biasanya lebih bahagia dibandingkan orang-orang yang sendiri. Hal ini diungkapkan
dalam cerita bahwa Cartel lebih terlihat bahagia ketika bersama keluarganya
dibandingkan dengan Edward yang tinggal sendirian di rumah megahnya.
13. Santrock
(2002: 248) menyatakan bahwa persahabatan diantara orang-orang lanjut usia
menjadi penting. Hal ini tergambar dalam cerita persahabatan antara Cartel dan
Edward yang kuat menimbulkan saling berubah bahagia satu sama lain akibat
kesenangan dalam mencapai “the bucket list” dan kepahaman akan pentingnya
keluarga
14. Menurut
Santrock (2002: 252-253) seorang dewasa akhir akan mencapai kepuasan hidup yang
dapat ditinjau dari segi pendapatan, kesehatan, suatu gaya hidup yang aktif,
serta jaringan pertemanan dan keluarga. Kepuasan hidup sendiri adalah
kesejahteraan psikologis secara umum
atau kepuasan terhadap kehidupan secara keseluruhan. Kepuasan hidup digunakan
secara luas dalam indeks kesejahteraan psikologis pada orang-orang dewasa
lanjut. Kepuasan hidup dalam cerita telah dicapai oleh Edward dan Cartel
sebelum mereka berdua meninggal.
C. KESIMPULAN
Dalam film “the bucket list” menceritakan kehidupan
dua orang dewasa akhir dilihat dari segi fisik, kognitif dan sosioemosional dan
dapat di ungkapkan dengan beberapa teori yang ada, seperti kebijaksanaan,
kepuasan hidup, kebahagiaan pernikahaan, dan lain sebagainya.
Categories:







0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan sopan