Jumat, 02 Januari 2015

ANALISIS FILM: EAT, PRAY, LOVE

Posted by Unknown On 02.11


Elisabeth Liz  adalah seorang penulis. Liz memasuki masa dewasa awal karena memiliki 2 ciri-ciri (menurut Santrock) yaitu telah memiliki kemantapan kerja dan dapat mengambil keputusan. Dia  Ketika berumur 30 tahun dia ke Bali untuk melaksanakan tugas dari majalah yang dimana tempat dia bekerja. Ketika di Bali Liz menemui seorang dukun yang bernama Ketut Liyer. Ketut Liyer kemudian meramal hidup Liz. Dari sinilah dimulai cerita perjalanan Liz pada masa dewasa awalnya.
Liz kembali ke kotanya di New York, dia mulai mendalami dunia kerjanya. Menurut teori kepribadian Holland, dunia kerja Liz termasuk dalam tipe Realistik, karenasebagai seorang penulis Liz lebih menyukai mencari informasi yang berada di luar ruangan dengan cara yang manual.Liz mulai melakukan hubungan cinta dengan Stephen, seorang pekerja konvensional (menurut teori kepribadian Holland). Hubungan cinta mereka termasuk dalam cinta romantic atau bergairah (menurut Santrock) karena mereka memasuki dunia pernikahan.
Setelah menikah mereka membeli sebuah rumah untuk memenuhi kebutuhan pernikahan. Liz pun mulai merenovasi dapurnya dengan alasan ingin memasak dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.
Akan tetapi setelah satu tahun perjalanan pernikahan Liz merasa hampa akan ketidakhadiran kepuasan seksal; yakni memiliki anak. Stephen lebih cenderung sibuk dengan dunia karirnya. Ini menunjukkan mulai hilangnya cinta afeksi atau kebersamaan diantara mereka berdua. Seiring berjalannya waktupun Liz mulai mengambil keputusan untuk bercerai. Namun, Stephen menolaknya karena merasa hubungannya baik-baik saja. Liz pun mulai mengajukan banding dengan cara menyerahkan seluruh hartanya kepada Stephen agar setuju dengan percceraiannya. Liz pun akhirnya tinggal di rumah sahabat dekatnya.
Dalam transisi masa perceraiannya dengan Stephen, Liz bertemu dengan seorang actor bernama David. David merupakan pekerja Artiktik (menurut teori kepribadian Holland) karena memiliki orientasi kreatif untuk berakting. Seiring berjalannya waktu timbul rasa cinta diantara mereka berdua.  Mulai timbul cinta romantic atau bergairah. Dan mereka mulai kerap bersama-sama, tinggal bersama dan melakukan hubungan seksual. David yang memiliki agama yang kuat mulai menceritakan tentang agamanya dengan Liz.
Seiring berjalannya waktu, David mulai enggan melakukan hubungan seks dengan Liz. Liz mulai merasa tertrkan dan merasa memiliki ketidakpuasan dalam seksualitas. Dari sinilah mulai timbul cekcok diantara keduanya. Diasaat itulah Stephen mulai menyetujui perceraiannya.
Liz memasuki masa-masa kalut. Dia menceritakan semuanya dengan sahabat dekatnya. Disinilah terlihat bahwa persahabatan sangat kental pada masa dewasa awal. Liz mengalami  kesedihan berkali-kali lipat karena perceraian dan hubungannya dengan david mulai goyah. Liz merasa tidak dapat mendapatkan kebutuhan seksnya sehingga dia ingin mencari kepuasan lain (selain seks dan cinta) di Itali; belajar bahasa Itali dan makan sepuasnya.
Di Itali Liz menyewa sebuah penginapan. Di suatu toko makanan dia bertemu dengan Shopia Loren, seorang Swedia. Disitulah mulai timbul persahabatan baru diantara keduanya. Liz mulai belajar bahasa Itali dengan tutornya. Liz dan Sofi sering merjalan-jalan bersama, memakan apa saja yang ada, mencicipi makanan Italia. Pada awalnya sofi merasa ragu dengan memakan makanan karena takut berat badannya bertambah. Namun, liz meyakikannya bahwa tak masalah jika berat badannya bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa masa dewasa awal, beberapa individu akan berhenti berpikir bahwa pola makan mempengaruhi kesehatan mereka, tetapi mereka cenderung memuasakan kenikmatan makanan dan instan (menurut Santrock).
Hingga akhirnya Liz dan Sofi mengalami kenaikan berat badan. Hal ini karena faktor lingkugkungan(berada di itali) dan faktor kognitif (Liz merasakan kepuasan makan dan berpikir bahwa kegemukan tidak akan berpengaruh yang berarti dalam hidupnya.
Setelah dari Itali, Liz mulai pindah ke India untuk menemukan Tuhan. Di India dia bertemu dengan seorang pria bernama Richard dari Teksas. Pada awalnya Liz merasa kekurangan puasan terhadap meditasi yang  dia lakukan. Richardpun membantunya dengan menceritakan pengalaman masa hidupnya ketika masa dewasa awal.
Ketika masa dewasa awal Richard ketergantungan dengan alcohol, sehingga menyebabkan sering mabuk-mabukan. Pemakaian alcohol menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan kesadarannya (menurut Santrock), sehingga suatu ketika dia dalam keadaan mabuk menabrak istrinya. Ketika masa dewasa tengah ia mulai merasa menyesal dan melakukan meditasi. Ini sesuai dengan teori Transformasi Gould ketika memasuki masa dewasa tengah.
Di India juga Liz bertemu dengan seoorang remaja berusia 17 tahun bernama Telsi, yang dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya. Liz mengingat masa lalunya ketika menikah, dan masih merasakan sakitnya perceraian. Lizpun memberikan semangat kepada Telsi untuk mencapai semangat dengan kebahagiaan pernikahannya.
Liz pun belajar banyak hal dan mulai mendalami meditasi dan ritual-ritual spiritual hingga ia akhirnya mengalami kedamaian kehidupan.
Setelah itu, Liz pun kembali ke Bali untuk menemui Ketut Liyer. Disana Liz kenal dengan seorang apoteker yang juga mengalami perceraian dan lebih sengsara. Liz pun membantunya dengan menghubungi teman-temannya di India, Teksas, New York, dan Itali untuk ikut membantunya.
Liz pun bertemu dengan Felipe. Seorang pekerja Realistik( menurut tori kepribadian Holand). Felipe memiliki banyak kesamaan dengan Liz, mulai dari suka berpertualang hingga sama-sama pernah merasakan pahitnya hubungan perceraian. Mereka sering bersama hingga akhirnya timbul pecintaan. Meskipun pada awalnya Liz ragu dengan diyakinan oleh Ketut Liyer Liz pun yakin. Akhirnya Lizpun menemukan cintanya dai Bali.
Kesimpulan:
Pada masa dewasa awal,
1.      Liz mengalami kematangan karir dan pengambilan keputusan.
2.      Liz mengalami pernikahan dengan Stephen, dan harapan pernikahan tidak tercapai sehingga memilih bercerai.
3.      Liz dan Stephen sama-sama memiliki luka hati akibat perceraian.
4.      Liz memulai hubungan baru dengan David tetapi tetap tidak memiliki kepuasan seksual.
5.      Liz pergi ke Italia untuk mencari kepuasan lain selain kepuasan seksual; makan, persahabatan, dan pemahaman bahasa Itali.
6.      Shofi memiliki kecemasan berat badan.
7.      Liz dan Sofi mengalami kenaikan berat badan.
8.      Liz pergi ke India untuk pemuasan kebutuhan spiritual.
9.      Richad memiliki kecanduan terhadap alcohol.
10.  Liz kembali ke Bali dan mendapatkan cinta dengan Felipe, dan lebih memaknai arti hidup.
11.  Liz mendalami kreatifitasnya menulis (menunjukkan dewasa awal kreatifitas bertambah) dengan menerbitkan buku tentang dirinya dan sukses)
Karena, dalam masa dewasa awal terjadi pemikiran beragam dimana manusia mulai menyadari bahwa jawaban dari semua pertannyaanya tidak selalu mendapatkan jawaban. Dan terjadi Relativitasme total dimana memahami bahawa kebenaran adalah relative, tsehingga Liz mencari kebenaran dari jati dirinya
Categories:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar dengan sopan

  • Mahasiswa

  • Beasiswa Bidik Misi
  • Praktek Pengalaman Lapangan
  • Pusat Kuliah Kerja Nyata (KKN)
  • Seleksi Penerimaan Mahasiswa (SPMU)
  • Sistem Informasi Skripsi
  • Contact me

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus