Elisabeth Liz
adalah seorang penulis. Liz memasuki masa dewasa awal karena memiliki 2
ciri-ciri (menurut Santrock) yaitu telah memiliki kemantapan kerja dan dapat
mengambil keputusan. Dia Ketika berumur
30 tahun dia ke Bali untuk melaksanakan tugas dari majalah yang dimana tempat
dia bekerja. Ketika di Bali Liz menemui seorang dukun yang bernama Ketut Liyer.
Ketut Liyer kemudian meramal hidup Liz. Dari sinilah dimulai cerita perjalanan
Liz pada masa dewasa awalnya.
Liz kembali ke kotanya di New York, dia mulai
mendalami dunia kerjanya. Menurut teori kepribadian Holland, dunia kerja Liz
termasuk dalam tipe Realistik, karenasebagai seorang penulis Liz lebih menyukai
mencari informasi yang berada di luar ruangan dengan cara yang manual.Liz mulai
melakukan hubungan cinta dengan Stephen, seorang pekerja konvensional (menurut
teori kepribadian Holland). Hubungan cinta mereka termasuk dalam cinta romantic atau bergairah (menurut
Santrock) karena mereka memasuki dunia pernikahan.
Setelah menikah mereka membeli sebuah rumah untuk
memenuhi kebutuhan pernikahan. Liz pun mulai merenovasi dapurnya dengan alasan
ingin memasak dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.
Akan tetapi setelah satu tahun perjalanan pernikahan
Liz merasa hampa akan ketidakhadiran kepuasan seksal; yakni memiliki anak.
Stephen lebih cenderung sibuk dengan dunia karirnya. Ini menunjukkan mulai
hilangnya cinta afeksi atau kebersamaan diantara
mereka berdua. Seiring berjalannya waktupun Liz mulai mengambil keputusan untuk
bercerai. Namun, Stephen menolaknya karena merasa hubungannya baik-baik saja.
Liz pun mulai mengajukan banding dengan cara menyerahkan seluruh hartanya
kepada Stephen agar setuju dengan percceraiannya. Liz pun akhirnya tinggal di
rumah sahabat dekatnya.
Dalam transisi masa perceraiannya dengan Stephen,
Liz bertemu dengan seorang actor bernama David. David merupakan pekerja
Artiktik (menurut teori kepribadian Holland) karena memiliki orientasi kreatif
untuk berakting. Seiring berjalannya waktu timbul rasa cinta diantara mereka
berdua. Mulai timbul cinta romantic atau bergairah. Dan
mereka mulai kerap bersama-sama, tinggal bersama dan melakukan hubungan
seksual. David yang memiliki agama yang kuat mulai menceritakan tentang
agamanya dengan Liz.
Seiring berjalannya waktu, David mulai enggan
melakukan hubungan seks dengan Liz. Liz mulai merasa tertrkan dan merasa
memiliki ketidakpuasan dalam seksualitas. Dari sinilah mulai timbul cekcok
diantara keduanya. Diasaat itulah Stephen mulai menyetujui perceraiannya.
Liz memasuki masa-masa kalut. Dia menceritakan
semuanya dengan sahabat dekatnya. Disinilah terlihat bahwa persahabatan sangat
kental pada masa dewasa awal. Liz mengalami
kesedihan berkali-kali lipat karena perceraian dan hubungannya dengan
david mulai goyah. Liz merasa tidak dapat mendapatkan kebutuhan seksnya
sehingga dia ingin mencari kepuasan lain (selain seks dan cinta) di Itali;
belajar bahasa Itali dan makan sepuasnya.
Di Itali Liz menyewa sebuah penginapan. Di suatu
toko makanan dia bertemu dengan Shopia Loren, seorang Swedia. Disitulah mulai
timbul persahabatan baru diantara keduanya. Liz mulai belajar bahasa Itali
dengan tutornya. Liz dan Sofi sering merjalan-jalan bersama, memakan apa saja
yang ada, mencicipi makanan Italia. Pada awalnya sofi merasa ragu dengan
memakan makanan karena takut berat badannya bertambah. Namun, liz meyakikannya
bahwa tak masalah jika berat badannya bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa masa
dewasa awal, beberapa individu akan berhenti berpikir bahwa pola makan mempengaruhi
kesehatan mereka, tetapi mereka cenderung memuasakan kenikmatan makanan dan
instan (menurut Santrock).
Hingga akhirnya Liz dan Sofi mengalami kenaikan
berat badan. Hal ini karena faktor lingkugkungan(berada di itali) dan faktor
kognitif (Liz merasakan kepuasan makan dan berpikir bahwa kegemukan tidak akan
berpengaruh yang berarti dalam hidupnya.
Setelah dari Itali, Liz mulai pindah ke India untuk
menemukan Tuhan. Di India dia bertemu dengan seorang pria bernama Richard dari
Teksas. Pada awalnya Liz merasa kekurangan puasan terhadap meditasi yang dia lakukan. Richardpun membantunya dengan
menceritakan pengalaman masa hidupnya ketika masa dewasa awal.
Ketika masa dewasa awal Richard ketergantungan
dengan alcohol, sehingga menyebabkan sering mabuk-mabukan. Pemakaian alcohol
menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan kesadarannya (menurut Santrock),
sehingga suatu ketika dia dalam keadaan mabuk menabrak istrinya. Ketika masa
dewasa tengah ia mulai merasa menyesal dan melakukan meditasi. Ini sesuai dengan
teori Transformasi Gould ketika memasuki masa dewasa tengah.
Di India juga Liz bertemu dengan seoorang remaja
berusia 17 tahun bernama Telsi, yang dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya.
Liz mengingat masa lalunya ketika menikah, dan masih merasakan sakitnya
perceraian. Lizpun memberikan semangat kepada Telsi untuk mencapai semangat
dengan kebahagiaan pernikahannya.
Liz pun belajar banyak hal dan mulai mendalami
meditasi dan ritual-ritual spiritual hingga ia akhirnya mengalami kedamaian
kehidupan.
Setelah itu, Liz pun kembali ke Bali untuk menemui
Ketut Liyer. Disana Liz kenal dengan seorang apoteker yang juga mengalami
perceraian dan lebih sengsara. Liz pun membantunya dengan menghubungi
teman-temannya di India, Teksas, New York, dan Itali untuk ikut membantunya.
Liz pun bertemu dengan Felipe. Seorang pekerja
Realistik( menurut tori kepribadian Holand). Felipe memiliki banyak kesamaan
dengan Liz, mulai dari suka berpertualang hingga sama-sama pernah merasakan
pahitnya hubungan perceraian. Mereka sering bersama hingga akhirnya timbul
pecintaan. Meskipun pada awalnya Liz ragu dengan diyakinan oleh Ketut Liyer Liz
pun yakin. Akhirnya Lizpun menemukan cintanya dai Bali.
Kesimpulan:
Pada masa dewasa awal,
1. Liz mengalami kematangan karir dan pengambilan
keputusan.
2. Liz mengalami pernikahan dengan Stephen, dan harapan
pernikahan tidak tercapai sehingga memilih bercerai.
3. Liz dan Stephen sama-sama memiliki luka hati akibat
perceraian.
4. Liz memulai hubungan baru dengan David tetapi tetap
tidak memiliki kepuasan seksual.
5. Liz pergi ke Italia untuk mencari kepuasan lain
selain kepuasan seksual; makan, persahabatan, dan pemahaman bahasa Itali.
6. Shofi memiliki kecemasan berat badan.
7. Liz dan Sofi mengalami kenaikan berat badan.
8. Liz pergi ke India untuk pemuasan kebutuhan spiritual.
9. Richad memiliki kecanduan terhadap alcohol.
10. Liz kembali ke Bali dan mendapatkan cinta dengan
Felipe, dan lebih memaknai arti hidup.
11. Liz mendalami kreatifitasnya menulis (menunjukkan
dewasa awal kreatifitas bertambah) dengan menerbitkan buku tentang dirinya dan
sukses)
Karena, dalam masa dewasa awal terjadi pemikiran beragam dimana manusia mulai
menyadari bahwa jawaban dari semua pertannyaanya tidak selalu mendapatkan
jawaban. Dan terjadi Relativitasme total dimana
memahami bahawa kebenaran adalah relative, tsehingga Liz mencari kebenaran dari
jati dirinya
Categories:







0 komentar:
Posting Komentar
Silahkan berkomentar dengan sopan