LOGO ABKIN

ABKIN adalah Asosiasi Bimbingan Konseling Indonesia dimana tempat berkumpulnya para konselor di seluruh Indonesia

Himpunan Mahasiswa BK-Unnes

Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Semarang Teakreditasi A

Unnes Sekaran tampak depan

Universitas Negeri Semarang adalah Universitas Konservasi bertaraf internasional, sehat, unggul, dan sejahtera NewBloggerThemes.com ...

Konselor mengatasi KEST menjadi KES :)

Konselor membantu klien dalam mengatasi Kehidupan Efektif Sehari-hari terganggu (KEST) agar klien dapat mencapai Kehidupan Efektif Sehari-hari (KES)

Jumat, 02 Januari 2015

PSIKOLOGI KONSELING

Posted by Unknown On 02.32
LEAFLET 
WASPADA PELECEHAN SEKSUAL PADA ANAK!!!



ANALISIS FILM: THE BUCKET LIST

Posted by Unknown On 02.14


A.    SINOPSIS FILM
Film ini mengisahkan tentang persahabatan anatara dua orang tua yang bernama Carter Chamber dan Edward Cole. Mereka tidak sengaja bertemu di rumah sakit karena sama-sama mengidap kanker paru-paru stadium akhir. Carter Chamber adalah seorang mekanik mesin yang hidup pas-pasaan sedangkan Edward Cole adalh seorang milyader yang memiliki banyak rumah sakit di Loa Angles. Karena kebijakan Edward Cole inilah yang membuat mereka berdua sekamar di rumah sakit.
Awalnya Edward merasa keberatan harus berbagi kamar dengan Carter. Namun dengan berjalannya waktu dan sama-sama menjalani penderitaan akibat penyakit mereka, akhirnya mereka menjadi teman.
Carter memiliki keluarga yang bahagia, memiliki seorang istri bernama Virginia, 3 orang anak dan beberapa cucu. Carter juga mempunyai banyak pengetahuan sejarah dan sangat bangga dengan pengetahuan sejarahnya. Carter dulu bercita-cita menjadi seorang profesor sejarah, namun menurutnya cita-citanya kandas karena dia berkulit hitam, bangkrut dan akan memiliki anak.
Berbeda dengan Carter, Edward  pecinta Kopi Luwak, yang memiliki banyak rumah sakit merupakan seorang yang hidup sendiri. Sudah bercerai empat kali, dan tidak berkomunikasi sama sekali dengan putri satu-satunya. Edward selalu ditemani oleh asisten pribadinya Thomas yang sebenarnya bernama Matthew, namun Edward selalu menyebutnya dengan nama Thomas karena tidak suka nama Mathew. Selama bekerja pada Edward, Thomas selalu menjadi bulan-bulanan amarah Edward. Selama di rumah sakit, Edward juga memerintahkan agar Thomas juga melayani Carter dengan baik.
Selama ini Carter telah menulis Bucket List (hal-hal yang ingin dikerjakan/dialami sebelum ajal menjemput). Setelah divonis dokter bahwa penyakitnya telah menggerogoti tubuhnya dan umurnya paling lama hanya setahun Carter pun membuang cacatan tersebut. Edward menemukan catatan tersebut esok harinya, dan mendorong Carter untuk mewujudkan keinginan-keinginannya itu, dan bersedia menyandang dananya. Edward pun juga menambah beberapa catatan keinginannya sendiri.
Pada awalnya Virginia, istri Carter tidak setuju dengan rencana kepergiannya itu. Namun Carter memaksa dan nekat tetap pergi. Perjalanan mereka berdua dimulai dengan terjun payung, membuat tato, balap mobil, pergi di madagaskar melihat hewan liar, ke melihat Taj Mahal, piramida, pergi ke Cina menyusuri Tembok Besar Cina hingga Hongkong. Perlahan coretan yang ada pada kertas dahulu (The Bucket List) dicoret satu persatu. Hanya saja ketika sampai di kaki gunung Everest mereka tidak jadi mendaki karena kondisi cuaca yang buruk.
Di Hongkong Carter dibujuk oleh seorang gadis untuk berbuat seks, tetapi menolak dan akhirnya memutuskan untuk kembali bersama keluarganya. Ketika perjalanan pulang Carter mencoba membujuk Edward untuk mencoba memperbaiki hubungannya dengan putrinya. Namun, Edward marah besar dan tibulah pertengkaran diantara mereka berdua.
Carter pun kembali ke rumah dan disambut oleh keluarga yang hangat. Namun, Edward malah merasa sendirian di rumahnya. Namun, ketika Virginia berdandan dan bermaksud memuaskan seks, Carter pingsan dan akhirnya dibawa ke rumah sakit. Kondisi Carter semakin parah dan Edward pun menjenguknya. Ketika bertemu Carter mencairkan suasana dengan membuat sedikit lelucon tentang kopi luwak.
Ketika Carter dioprasi, Edward membaca surat darinya berisi permohonan maaf dan ingin agar Edward memperbaiki hubungannya dengan putrinya dan Edward pun menemui putrinya untuk menyelesaikan semuanya.
Oprasi yang dilakukan Carter gagal, sehingga dia menemui ajalnya. Beberapa bulan kemudian Edward juga meninggal. Abu dari keduanya dibawa oleh Thomas di puncak gunung Everest, hingga akhirnya semua daftar cacatan (The Bucket List) tercapai.
B.     ANALISIS FILM
1.      Menurut  Hurlock (1980) ada 8 karakteristik masa dewasa akhir, sehingga Carter, Edward dan Virginia memasuki masa dewasa akhir, yaitu:
a.       Adanya periode penurunan atau kemunduran yang disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis, ini terlihat jelas ketika Edward saat meminum kopi tangannnya bergetar menandakan menurunya kekuatan fisik, selain itu dalam membaca Edward juga memerlukan kaca mata.
b.      Perbedaan individu dalam efek penuaan. Ada yang menganggap periode ini sebagaiwaktunya untuk bersantai dan ada pula yang mengaggapnya sebagai hukuman. Ini terlihat jelas bahwa wajah Edward dan Carter sama-sama mengkerut, namun tetap muncul perbedaan baik segi keluarga, ekonomi, sosial, budaya maupun banyak kerutan diwajahnya.
c.       Ada stereotip-stereotip mengenai usia lanjut. Yang menggambarkan masa tua tidaklah menyenangkan. Namun, dalam cerita Carter dan Edward berusaha menikmati sisa hidupnya dengan membuat “the bucket list”.
d.      Sikap sosial terhadap usia lanjut. Kebanyakan masyarakat menganggap orang berusialanjut tidak begitu dibutuhkan karena energinya sudah melemah. Tetapi, ada juga masyarakat yang masih menghormati orang yang berusia lanjut terutama yangdianggap berjasa bagi masyarakat sekitar. Dalam cerita Edward masih dihormat karena memiliki kekuasaan, pengetahuan, dan usaha yang dirintisnya semenjak muda. Dan Carter pun juga masih dihormati oleh keluarganya.
e.       Mempunyai status kelompok minoritas. Adanya sikap sosial yang negatif tentang usia lanjut. Meskipun begitu Edward berusaha menjadi orang normal dengan uangnya.
f.       Adanya perubahan peran. Karena tidak dapat bersaing lagi dengan kelompok yang lebih muda. Perubahan peran tetap terjadi, namun Edward tetap dapat bersaing dengan kelompok yang muda. Carter juga mengalami perubahan peran, namun tidak diceritakan apakah dapat bersaig atau tidak dengan kelompok muda.
g.      Penyesuaian diri yang buruk. Timbul karena adanya konsep diri yang negatif yang disebabkan oleh sikap sosial yang negatif. Edward mengalami demikian karena sikap sosialnya negative, sehingga ketika selesai oprasi tidak ada yang menjenguknya.
h.      Ada keinginan untuk menjadi muda kembali. Mencari segala cara untuk memperlambat penuaan. Ini digambarkan ketika mereka berusaha mencapai impiannya di “the bucket list”
2.      Menurut Santrock (2002: 193), perbedaan jenis kelamin pada usia yang panjang juga dipengaruhi oleh faktor-faktor biologis. Di dalam keseluruhan spesies sebenarnya, wanita hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Dalam cerita terbukti bahwa Virginia lebih bertahan hidup daripada Carter dan Edward.
3.      Menurut Santrock (2002: 201), hampir ¾ seluruh orang dewasa lanjut meninggal akibat serangan jantung, kanker, atau penyakit cerebrouascular (stroke). Dalam cerita dibuktikan dengan meninggalnya Edward dan Carter karena kanker.
4.      Menurut Morse dan Johnson (dalam Santrock 2002: 208), sikap baik dari penyedia perawatan kesehatan maupun orang dewasa lanjut merupakan aspek penting bagi kesehatan orang dewasa lanjut. Dalam cerita ini tunjukkan dengan perawatan intensif yang diberikan tenaga medis mempengaruhi kesehatan Carter dan Edward.
5.      Menurut Greene, dkk (dalam Santrock 2002: 208), di dalam penelitian komunikasi dalam suatu kelompok dokter separuh baya dengan para pasiennya dari berbagai usia telah dipelajar. Ara dokter memunculkan sedikit isu psikososial (bertanya kepada pasien mengenai kecemasannya, aktivitas, dan lain-lan). Dan pada saat pasien tua memberikan perhatian psikososialnya para dokter kurang menanggapi. Hal ini digambarkan dalam cerita ketika Carter bertanya tentang kesehatannya kepada dokter yang menangani Edward, dokter tersebut langsung menolaknya dengan alasan tidak mengetahui kasusnya.
6.      Horn (dalam Santrock 2002: 218-209) berfikir bahwa beberapa kemampuan menurun sedangkan kemampuan yang lainya tidak. Dia juga menyatakan, bahwa kecerdasan yang mengkristal (Crytalliized Intellegence)-yaitu sekumpulan informasi dan kemampuan-kemampuan verbal yang dimiliki individu-meningkat seiring usia, sedangkan kecerdasan yang mengalir (Fluid Intelligence)-yaitu kemampuan seorang untuk berfikir abstrak-menurun secara pasti semenjak dewasa tengah. Hal ini ditunjukkan dalam cerita bahwa Edward dapat memimpin perusahaannya, dan Carter dapa menjawab dan menjelaskan tentang sejarah secara rinci berdasarkan buku-buku yang sering dibacanya semasa muda. Namun, kekuatan yang mereka miliki menurun karena penuaan.
7.      Menurut Baltes (dalam Santrock 2002: 223) kebijaksanaan (wisdom) merupakan pengetahuan seorang ahli mengenai aspek-aspek praktis dari kehidupan memungkinkan munculnya keputusan yang bermutu mengenai hal-hal yang penting dalam kehidupan. Kebijaksanaan dilakukan oleh sebagian besar orang dewasa akhir. Dalam cerita kebijaksaaan Carter dan Edward dilakukan dalam pengambilan keputusan untuk mencapai “the bucket list”. Kemudian keputusan Carter kembali kerumah dan keputusan Edward untuk memperbaiki hubungan dengan putrinya merupakan bentuk dari kebijaksanaan.
8.      Menurut Landy (dalam Santrock 2002: 225) beberapa orang tetap mempertahankan produktivitas sepanjang kehidupannya. Orang-orang dewasa lanjut ini mungkin mengikuti agenda pekerjaan yang melelahkan bagi pekerja-pekerja yang lebih muda, dan beberapa pekerja tua menunjukkan keterampilan-keterampilan kreatif yang lebih tinggi daripada rekan kerjanya yang lebih muda. Hal ini digambarkan dalam cerita Edward ketika rapat lebih dihormati dan pendapatnya lebih diakui dan diikuti dalam memimpin perusahaanya.
9.      Menurut Santrock (2002: 230) gangguan kecemasan (anxiecty disorders) adalah gangguan psikologis yang dicirikan dengan ketegangan motorik (gelisah, gemetar, dan ketidakmampuan untuk rileks), hiperaktivitas (pusing, jantung berdebar-debar, atau berkeringat) dan pikiran serta harapan yang mencemaskan. Gangguan kecemasan kerap dirasakan oleh orang dewasa akhir. Dalam cerita gangguan kecemasan dialami oleh Edward dan Carter ketika mereka divonis oleh dokter bahwa umur mereka tinggal sedikit, dan teratasi dengan memotivasi satu sama lain untuk mewujudkan “the bucket list”. Gangguan kecemasan juga dirasakan oleh Virginia ketika ditinggal pergi oleh Carter dan terobati ketika suaminya kembali. Selain itu jua dialami oleh Edward ketika sendirian di rumah dan tidak ada yang menemani.
10.  Kegiatan yang dilakukan Edward dan Carter mrupakan teori aktivitas karena mereka melakukan aktivitas-aktivitas yang menimbulkan kepuasan. Santrock (2002: 239) menyatakan, teori aktivitas menyatakan semakin orang-orang dewasa lanjut aktif dan terlibat, semakin kecil kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar kemungkinan mereka merasa puasdengan kehidupannya.
11.  Menurut Condi, dkk (dalam Santrock 2002: 246) kebahagiaan pernikahan sebagai seorang dewasa lanjut juga dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing pasangan untuk menghadapi konflik-konflik personal, termasuk penuaan, sakit, dan tentunya kematian. Hal ini dalam cerita di gambarkan bahwa Virginia dan Cartel mengalami kebahagiaan pernikahan ketika Cartel kembali ke rumah dan mereka bersama-sama menikmati itu dengan keluarga meskipun mereka menyadari bahwa Cartel sedang sakit dan umurnya tidak panjang lagi.
12.  Menurut Lee (dalam Santrock 2002:246) orang-orang yang menikah di masa dewasa akhir biasanya lebih bahagia dibandingkan orang-orang yang sendiri. Hal ini diungkapkan dalam cerita bahwa Cartel lebih terlihat bahagia ketika bersama keluarganya dibandingkan dengan Edward yang tinggal sendirian di rumah megahnya.
13.  Santrock (2002: 248) menyatakan bahwa persahabatan diantara orang-orang lanjut usia menjadi penting. Hal ini tergambar dalam cerita persahabatan antara Cartel dan Edward yang kuat menimbulkan saling berubah bahagia satu sama lain akibat kesenangan dalam mencapai “the bucket list” dan kepahaman akan pentingnya keluarga
14.  Menurut Santrock (2002: 252-253) seorang dewasa akhir akan mencapai kepuasan hidup yang dapat ditinjau dari segi pendapatan, kesehatan, suatu gaya hidup yang aktif, serta jaringan pertemanan dan keluarga. Kepuasan hidup sendiri adalah kesejahteraan  psikologis secara umum atau kepuasan terhadap kehidupan secara keseluruhan. Kepuasan hidup digunakan secara luas dalam indeks kesejahteraan psikologis pada orang-orang dewasa lanjut. Kepuasan hidup dalam cerita telah dicapai oleh Edward dan Cartel sebelum mereka berdua meninggal.
C.    KESIMPULAN
Dalam film “the bucket list” menceritakan kehidupan dua orang dewasa akhir dilihat dari segi fisik, kognitif dan sosioemosional dan dapat di ungkapkan dengan beberapa teori yang ada, seperti kebijaksanaan, kepuasan hidup, kebahagiaan pernikahaan, dan lain sebagainya.

ANALISIS FILM: EAT, PRAY, LOVE

Posted by Unknown On 02.11


Elisabeth Liz  adalah seorang penulis. Liz memasuki masa dewasa awal karena memiliki 2 ciri-ciri (menurut Santrock) yaitu telah memiliki kemantapan kerja dan dapat mengambil keputusan. Dia  Ketika berumur 30 tahun dia ke Bali untuk melaksanakan tugas dari majalah yang dimana tempat dia bekerja. Ketika di Bali Liz menemui seorang dukun yang bernama Ketut Liyer. Ketut Liyer kemudian meramal hidup Liz. Dari sinilah dimulai cerita perjalanan Liz pada masa dewasa awalnya.
Liz kembali ke kotanya di New York, dia mulai mendalami dunia kerjanya. Menurut teori kepribadian Holland, dunia kerja Liz termasuk dalam tipe Realistik, karenasebagai seorang penulis Liz lebih menyukai mencari informasi yang berada di luar ruangan dengan cara yang manual.Liz mulai melakukan hubungan cinta dengan Stephen, seorang pekerja konvensional (menurut teori kepribadian Holland). Hubungan cinta mereka termasuk dalam cinta romantic atau bergairah (menurut Santrock) karena mereka memasuki dunia pernikahan.
Setelah menikah mereka membeli sebuah rumah untuk memenuhi kebutuhan pernikahan. Liz pun mulai merenovasi dapurnya dengan alasan ingin memasak dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.
Akan tetapi setelah satu tahun perjalanan pernikahan Liz merasa hampa akan ketidakhadiran kepuasan seksal; yakni memiliki anak. Stephen lebih cenderung sibuk dengan dunia karirnya. Ini menunjukkan mulai hilangnya cinta afeksi atau kebersamaan diantara mereka berdua. Seiring berjalannya waktupun Liz mulai mengambil keputusan untuk bercerai. Namun, Stephen menolaknya karena merasa hubungannya baik-baik saja. Liz pun mulai mengajukan banding dengan cara menyerahkan seluruh hartanya kepada Stephen agar setuju dengan percceraiannya. Liz pun akhirnya tinggal di rumah sahabat dekatnya.
Dalam transisi masa perceraiannya dengan Stephen, Liz bertemu dengan seorang actor bernama David. David merupakan pekerja Artiktik (menurut teori kepribadian Holland) karena memiliki orientasi kreatif untuk berakting. Seiring berjalannya waktu timbul rasa cinta diantara mereka berdua.  Mulai timbul cinta romantic atau bergairah. Dan mereka mulai kerap bersama-sama, tinggal bersama dan melakukan hubungan seksual. David yang memiliki agama yang kuat mulai menceritakan tentang agamanya dengan Liz.
Seiring berjalannya waktu, David mulai enggan melakukan hubungan seks dengan Liz. Liz mulai merasa tertrkan dan merasa memiliki ketidakpuasan dalam seksualitas. Dari sinilah mulai timbul cekcok diantara keduanya. Diasaat itulah Stephen mulai menyetujui perceraiannya.
Liz memasuki masa-masa kalut. Dia menceritakan semuanya dengan sahabat dekatnya. Disinilah terlihat bahwa persahabatan sangat kental pada masa dewasa awal. Liz mengalami  kesedihan berkali-kali lipat karena perceraian dan hubungannya dengan david mulai goyah. Liz merasa tidak dapat mendapatkan kebutuhan seksnya sehingga dia ingin mencari kepuasan lain (selain seks dan cinta) di Itali; belajar bahasa Itali dan makan sepuasnya.
Di Itali Liz menyewa sebuah penginapan. Di suatu toko makanan dia bertemu dengan Shopia Loren, seorang Swedia. Disitulah mulai timbul persahabatan baru diantara keduanya. Liz mulai belajar bahasa Itali dengan tutornya. Liz dan Sofi sering merjalan-jalan bersama, memakan apa saja yang ada, mencicipi makanan Italia. Pada awalnya sofi merasa ragu dengan memakan makanan karena takut berat badannya bertambah. Namun, liz meyakikannya bahwa tak masalah jika berat badannya bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa masa dewasa awal, beberapa individu akan berhenti berpikir bahwa pola makan mempengaruhi kesehatan mereka, tetapi mereka cenderung memuasakan kenikmatan makanan dan instan (menurut Santrock).
Hingga akhirnya Liz dan Sofi mengalami kenaikan berat badan. Hal ini karena faktor lingkugkungan(berada di itali) dan faktor kognitif (Liz merasakan kepuasan makan dan berpikir bahwa kegemukan tidak akan berpengaruh yang berarti dalam hidupnya.
Setelah dari Itali, Liz mulai pindah ke India untuk menemukan Tuhan. Di India dia bertemu dengan seorang pria bernama Richard dari Teksas. Pada awalnya Liz merasa kekurangan puasan terhadap meditasi yang  dia lakukan. Richardpun membantunya dengan menceritakan pengalaman masa hidupnya ketika masa dewasa awal.
Ketika masa dewasa awal Richard ketergantungan dengan alcohol, sehingga menyebabkan sering mabuk-mabukan. Pemakaian alcohol menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan kesadarannya (menurut Santrock), sehingga suatu ketika dia dalam keadaan mabuk menabrak istrinya. Ketika masa dewasa tengah ia mulai merasa menyesal dan melakukan meditasi. Ini sesuai dengan teori Transformasi Gould ketika memasuki masa dewasa tengah.
Di India juga Liz bertemu dengan seoorang remaja berusia 17 tahun bernama Telsi, yang dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya. Liz mengingat masa lalunya ketika menikah, dan masih merasakan sakitnya perceraian. Lizpun memberikan semangat kepada Telsi untuk mencapai semangat dengan kebahagiaan pernikahannya.
Liz pun belajar banyak hal dan mulai mendalami meditasi dan ritual-ritual spiritual hingga ia akhirnya mengalami kedamaian kehidupan.
Setelah itu, Liz pun kembali ke Bali untuk menemui Ketut Liyer. Disana Liz kenal dengan seorang apoteker yang juga mengalami perceraian dan lebih sengsara. Liz pun membantunya dengan menghubungi teman-temannya di India, Teksas, New York, dan Itali untuk ikut membantunya.
Liz pun bertemu dengan Felipe. Seorang pekerja Realistik( menurut tori kepribadian Holand). Felipe memiliki banyak kesamaan dengan Liz, mulai dari suka berpertualang hingga sama-sama pernah merasakan pahitnya hubungan perceraian. Mereka sering bersama hingga akhirnya timbul pecintaan. Meskipun pada awalnya Liz ragu dengan diyakinan oleh Ketut Liyer Liz pun yakin. Akhirnya Lizpun menemukan cintanya dai Bali.
Kesimpulan:
Pada masa dewasa awal,
1.      Liz mengalami kematangan karir dan pengambilan keputusan.
2.      Liz mengalami pernikahan dengan Stephen, dan harapan pernikahan tidak tercapai sehingga memilih bercerai.
3.      Liz dan Stephen sama-sama memiliki luka hati akibat perceraian.
4.      Liz memulai hubungan baru dengan David tetapi tetap tidak memiliki kepuasan seksual.
5.      Liz pergi ke Italia untuk mencari kepuasan lain selain kepuasan seksual; makan, persahabatan, dan pemahaman bahasa Itali.
6.      Shofi memiliki kecemasan berat badan.
7.      Liz dan Sofi mengalami kenaikan berat badan.
8.      Liz pergi ke India untuk pemuasan kebutuhan spiritual.
9.      Richad memiliki kecanduan terhadap alcohol.
10.  Liz kembali ke Bali dan mendapatkan cinta dengan Felipe, dan lebih memaknai arti hidup.
11.  Liz mendalami kreatifitasnya menulis (menunjukkan dewasa awal kreatifitas bertambah) dengan menerbitkan buku tentang dirinya dan sukses)
Karena, dalam masa dewasa awal terjadi pemikiran beragam dimana manusia mulai menyadari bahwa jawaban dari semua pertannyaanya tidak selalu mendapatkan jawaban. Dan terjadi Relativitasme total dimana memahami bahawa kebenaran adalah relative, tsehingga Liz mencari kebenaran dari jati dirinya

KONSEP DASAR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN

Posted by Unknown On 02.06

Pertumbuhan
A.    Pengertian Secara Etimologis
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pertumbuhan berasal dari kata tumbuh yang berarti tambah besar atau sempurna.
B.     Pengertian Secara Termitologis
Pertumbuhan  dapat  diartikan  sebagai  perubahan  kuantitatif  pada  materil  sesuatu  sebagai akibat  dari  adanya  pengaruh  lingkungan. Perubahan kuantitatif  ini  dapat  berupa  pembesaran  atau pertambahan  dari    ada  menjadi  tidak  ada,  dari  kecil menjadi besar dari sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan lain-lain.
Pertumbuhan  juga  merupakan  perubahan secara  fisiologis  sebagai  hasil  dari  proses  pematangan fungsi-fungsi  fisik,  yang  berlangsung  secara  normal pada  diri  anak  yang  sehat dalam perjalanan  waktu  tertentu. Pertumbuhan  dinyatakan  dalam  perubahan-perubahan  yang  terjadi  pada  bagian  tertentu,  tetapi pertumbuhan  itu  sendiri  adalah  suatu  sifat  umum  dari suatu organisme.
Dari  pengertian  di  atas  dapat  disimpulkan bahwa  pertumbuhan  merupakan  perubahan  individu berupa  fisik  yang  bersifat  kuantitatif  tentunya  yang dapat  diukur.  Dapat  dicontohkan  misalnya pertumbuhan  berat  badan,  bertambahnya  tinggi,  dan bertambahnya panjang pada rambut.
C.    Pengertian Menurur Para Ahli
1.      Karl  E.  Garrison
Pertumbuhan  adalah perubahan  individu  dalam  bentuk  ukuran  badan, perubahan otot, tulang, kulit, rambut dan kelenjar.
2.      Atan Long
Pertumbuhan adalah perubahan yang dapat diukur dari satu peringkat ke satu peringkat yang lain dari masa ke masa.
3.      D.S Wright & Ann Taylor
Pertumbuhan adalah pertambahan dalam berbagai sifat luaran seseorang (sifat jasmani, seperti: ukuran tubuh, tinggi, berat badan dan lain-lain)
4.      Santrok Yussen
Pertumbuhan adalah pertambahan dalam berbagai sifat luaran seseorang (sifat jasmani, seperti: ukuran tubuh, tinggi, berat badan dan lain-lain)
D.    ASPEK PERTUMBUHAN
1.      Pertumbuhan Fisik
Pertumbuhan fisik merupakan pertumbuhan struktur tubuh manusia yang terjadi sejak masih dalam kandungan hingga dewasa.
2.      Pertumbuhan Otak
Pertumbuhan otak berkaitan dengan perkembangan anak itu sendiri. Karena otak berkaitan dengan perkembangan kognitif.
E.     HUKUM PERTUMBUHAN
1.      Hukum Cephalocoudal
Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki.
2.      Hukum Proximodistal
Hukum ini menyatakan bahwa pertumbuhan fisik berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Alat-alat tubuh yang terdapat di pusat, seperti jantung, hati, dan alat-alat pencernaan lebih dahulu berfungsi daripada anggota tubuh yang ada di tepi.



Perkembangan
A.    Pengertian Secara Etimologis
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, perkembangan berasal dari kata kembang kembang berarti maju,menjadi lebih baik.
B.     Pengertian Secara Termitologis
Perkembangan  adalah  proses  kualitatif yang  mengacu  pada  penyempurnaan  fungsi sosial  dan  psikologis  dalam  diri  seseorang  dan berlangsung sepanjang hidup manusia.
C.    Pengertian Menurur Para Ahli
1.      Crow
Perkembangan adalah perubahan secara kualitatif serta cenderung kearah yang lebih baik dari segi pemikiran, rohani, moral, dan sosial.
2.      Karl E. Garrison
Perkembangan adalah hasil dari pada tindakan yang saling berkaitan antara perkembangan jasmani dan pembelajaran.
3.      Atan Long
Perkembangan adalah adanya timbul sifat baru yang berlainan dari sifat awal dan terus berlaku hingga akhir hayat.
4.      Santrok Yussen
Perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada  konsepsi  dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat  involusi.
Dengan demikian perkembangan berlangsung dari proses terbentuknya individu dari proses bertemunya sperma dengan sel telur dan berlangsung sampai akhir hayat yang bersifaf timbulnya adanya perubahan dalam diri individu.
5.      Elizabeth B. Hurlock
Perkembangan merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman, terdiri atas serangkaian perubahan  yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Dimaksudkan bahwa perkembangan merupakan proses perubahan individu yang terjadi dari kematangan (kemampuan seseorang sesuai usia normal) dan pengalaman yang merupakan interaksi antara  individu dengan lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif (dapat diukur) yang menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut.
Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambahan berapa sentimeter pada tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang, melainkan suatu proses integrasi dari berbagai banyak struktur dan fungsi yang kompleks.
6.      Kasiram
Perkembangan  mengandung  makna  adanya pemunculan sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya, mengandung arti bahwa perkembangan merupakan perubahan sifat individu menuju kesempurnaan yang merupakan penyempurnaan dari sifat-sifat sebelumnya.

Spikier (1966) mengemukakan dua macam pengertian yang harus dihubungkan dengan perkembangan yaitu:
a.       Ontogenetik, yang berhubungan dengan perkembangan sejak terbentuknya individu yang baru dan seterusnya sampai dewasa
b.      Filogenetik, perkembangan  dari asal-usul manusia sampai sekarang ini.
D.    ASPEK PERTUMBUHAN
1.      Perkembangan Psikomotorik
Perkembangan psikomotor atau disingkat sebagai perkembangan motor adalah perkembangan mengontrol gerakan-gerakan tubuh melalui kegiatan-kegiatan yang terkoordinasikan anatar susunan syaraf pusat, syaraf, dan otot.
2.      Perkembangan Kognitif
Perkembangan kognitif atau bisa dikatakan perkembangan mental merupakan perkembangan perkembangan yang mencangkup pemahaman tentang dunia, penemuan pengetahuan, pembuatan perbandingan, berpikir, dan mengerti.
3.      Perkembangan Sosial
Perkembangan sosial mengandung makna pencapaian suatu kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan harapan sosial yang ada.
4.      Perkembangan Emosi
Emosi merupakan gejala perasaan disertai dengan perubahan atau perilaku fisik seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan suara keras atau tingkah laku yang lain. Begitu pula sebaliknya, yaitu gembira yang akan melonjakkan kegirangan.
E.     HUKUM PERTUMBUHAN
1.      Perkembangan Terjadi dari Umum ke Khusus
Pada setiap aspek terjadi proses perkembangan yang dimulai dari hal-hal umum, kemudian secara sedikit demi sedikit meningkat ke hal-hal khusus.
2.      Perkembangan Berlangsung dalam Tahapan-Tahapan Perkembangan
Dalam perkembangan terjadi penahapan yang terbagi-bagi ke dalam masa-masa perkembangan. Pada setiap masa perkembangan terdapat ciri-ciri perkembangan yang berbeda antara ciri-ciri yang ada pada masa perkembangan yang lain.
3.      Hukum Tempo dan Ritme Perkembangan
Tahapan perkembangan berlangsung secara berurutan, terus menerus dan dalam tempo perkembangan yang relatif tetap serta bisa berlaku secara umum.

4.       
Persamaan Pertumbuhan dan Perkembangan
Keduanya merupakan proses perubahan progresif. Maksudnya berjalan secara bersamaan. Dan bersifat maju, meningkat dan menjadi lebih baik.

Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan
1.      Sifat perubahan
Pada pertumbuhan perubahan bersifat kuantitatif sedangkan pada perkembangan  perubahan bersifat kualitatif fungsional.
Perubahan kuantitatif adalah perubahan dalam angka atau jumlah,seperti tinggi, berat, kosakata, perilaku agresif, atau frekuensi komunikasi. Sedangkan perubahan kualitatif adalah perubahan dalam jenis,struktur, atau organisasi.
2.      Aspek yang berubah 
Pada pertumbuhan yang berubah adalah aspek fisik saja, sedangkan pada perkembangan aspek yang berubah adalah aspek fisik dan psikis.

Hubungan antara Pertumbuhan dan Perkembangan
1.      Perkembangan tidak terpisahkan dari pertumbuhan.
2.      Perkembangan terjadi bersamaan atau setelah terjadinya proses pertumbuhan.
3.      Perkembangan terjadi dengan baik jika didukung oleh pertumbuhan yang normal.

Prinsip-Prinsip Pertumbuhan dan Perkembangan
Proses pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada individu manusia mengikuti prinsip-prinsip yang berlaku secara umum, yaitu:
1.      Tipe-tipe perubahan
a.       Perubahan dalam ukuran
b.      Perubahan dalam proporsi
c.       Hilangnya ciri-ciri masa lalu (yang lama)
d.      Perolehan ciri-ciri yang baru.
2.      Pola pertumbuhan fisik :
a.       Hukum cepalocaoudal
b.      Hukum proximodistal
3.      Karakteristik perkembangan
a.       Perkembangan berlangsung dari hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus.
b.      Perkembangan itu berkesinambungan.
c.       Setiap bagian tubuh mempunyai kecepatan pertumbuhan sendiri-sendiri
d.      Selalu ada korelasi antara perkembangan yang awal dengan perkembangan selanjutnya.
4.      Perbedaan individu
5.      Pola perkembangan bersifat periodik
6.      Terdapat tugas perkembangan dalam setiap periode.

Ciri-Ciri Pertumbuhan dan Perkembangan
1.      Perubahan dalam aspek ukuran
a.       Aspek fisik: perubahan tinggi dan berat badan  serta organ-organ tubuh lainnya
b.      Aspek psikis: semakin bertambahnya perbendaharaan kata dan matangnya kemampuan berpikir, mengingat, serta menggunakan imajinasi kreatif
2.      Perubahan dalam proporsi
a.       Aspek fisik: proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya, dan pada usia remaja proporsi tubuh anak mendekati proporsi tubuh usia dewasa
b.      Aspek psikis: perubahan imajinasi dari yang fantasi ke realitas dan perubahan perhatian dari yang tertuju kepada dirinya sendiri berlahan-lahan beralih kepada orang lain (khususnya teman sebaya)
3.      Lenyapnya tanda-tanda lama
a.       Aspek fisik: lenyapnya kelenjar thymus (kelenjar kanak-kanak) yang terletak pada bagian dada, rambut halus, dan gigi susu
b.      Aspek psikis: lenyapnya masa mengoceh (meraban), bentuk gerak-gerik kanak-kanan (seperti merangkak), dan perilaku impulsif (melakukan sesuatu sebelum berpikir)
4.      Diperolehnya tanda-tanda baru
a.       Aspek fisik: tumbuh dan pergantian gigi dn matangnya organ-organ seksual pada usia remaja, baik primer (mestruasi pada wanita dan mimpi basah pada pria), maupun sekunder (membesarnya pinggul dan buah dada pada wanita, dan tumbuhnya kumis serta perubahan suara pada pria)
b.       Aspek psikis: berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, lingkungan alam, nilai-nilai moral, dan agama

KESIMPULAN
Pertumbuhan lebih banyak berkenaan dengan aspek-aspek jasmaniah atau fisik. Pertumbuhan menunjukkan pertumbuhan atau penambahan secara kuantitas, yaitu penambahan dalam ukuran besar atau tinggi.
Perkembangan berhubungan dengan aspek-aspek pasikis atau rohaniah. Perkembangan berkenaan dengan peningkatan kualitas, yaitu peningkatan dan penyempurnaan fungsi.
Dengan demikian, disimpulkan bahwa pertumbuhan berkenaan dengan penyempurnaan struktur sedangkan perkembangan dengan penyempurnaan fungsi.


DAFTAR PUSTAKA
Rujukan Buku
Papalia, Diane, dkk. 2008. Human Development (Psikologi Perkembangan). Jakarta: Kencana

Internet

Dank Bioma. 2013. Teori Perkembangan Moral Serta Aplikasinya Dalam Ilmu Pengetahuan Alam (diakses dari http://dankbioma.blogspot.com/2013/04/teori-perkembangan-moral-serta_1612.html pada hari Selasa, 17 September 2013 pukul 13.08 WIB)

Luluk Aniqiyah. 2012. Teori Perkembangan Vigotsky. (diakses dari http://aniqiyah09luluk.blogspot.com/2012/12/teori-perkembangan-vygotsky.html pada hari pada hari Selasa, 17 September 2013 pukul 13.11 WIB)
Luluk Aniqiyah. 2012. Teori Perkembangan Jean Piaget  (diakses dari http://aniqiyah09luluk.blogspot.com/2012/12/teori-perkembangan-jean-piaget.html pada hari pada hari Selasa, 17 September 2013 pukul 13.11 WIB)

Tisa Chan. 2012. Teori-teori yang melandasi perkembangan individu { Teori Psikoanalisa (Freud) & Teori Behavioristik (Pavlov, Skinner) }. (diakses dari http://tisachan.blogspot.com/2012/11/teori-teori-yang-melandasi-perkembangan.html pada hari pada hari Selasa, 17 September 2013 pukul 12.56 WIB)

  • Mahasiswa

  • Beasiswa Bidik Misi
  • Praktek Pengalaman Lapangan
  • Pusat Kuliah Kerja Nyata (KKN)
  • Seleksi Penerimaan Mahasiswa (SPMU)
  • Sistem Informasi Skripsi
  • Contact me

  • Facebook
  • Twitter
  • Google Plus