Jumat, 02 Januari 2015
ANALISIS FILM: THE BUCKET LIST
Posted by Unknown
On 02.14
A. SINOPSIS FILM
Film ini mengisahkan tentang persahabatan anatara
dua orang tua yang bernama Carter Chamber dan Edward Cole. Mereka tidak sengaja
bertemu di rumah sakit karena sama-sama mengidap kanker paru-paru stadium
akhir. Carter Chamber adalah seorang mekanik mesin yang hidup pas-pasaan
sedangkan Edward Cole adalh seorang milyader yang memiliki banyak rumah sakit
di Loa Angles. Karena kebijakan Edward Cole inilah yang membuat mereka berdua
sekamar di rumah sakit.
Awalnya Edward merasa keberatan harus berbagi kamar
dengan Carter. Namun dengan berjalannya waktu dan sama-sama menjalani
penderitaan akibat penyakit mereka, akhirnya mereka menjadi teman.
Carter memiliki keluarga yang bahagia, memiliki
seorang istri bernama Virginia, 3 orang anak dan beberapa cucu. Carter juga
mempunyai banyak pengetahuan sejarah dan sangat bangga dengan pengetahuan
sejarahnya. Carter dulu bercita-cita menjadi seorang profesor sejarah, namun
menurutnya cita-citanya kandas karena dia berkulit hitam, bangkrut dan akan
memiliki anak.
Berbeda dengan Carter, Edward pecinta Kopi Luwak, yang memiliki banyak
rumah sakit merupakan seorang yang hidup sendiri. Sudah bercerai empat kali,
dan tidak berkomunikasi sama sekali dengan putri satu-satunya. Edward selalu
ditemani oleh asisten pribadinya Thomas yang sebenarnya bernama Matthew, namun
Edward selalu menyebutnya dengan nama Thomas karena tidak suka nama Mathew.
Selama bekerja pada Edward, Thomas selalu menjadi bulan-bulanan amarah Edward.
Selama di rumah sakit, Edward juga memerintahkan agar Thomas juga melayani
Carter dengan baik.
Selama ini Carter telah menulis Bucket List (hal-hal
yang ingin dikerjakan/dialami sebelum ajal menjemput). Setelah divonis dokter
bahwa penyakitnya telah menggerogoti tubuhnya dan umurnya paling lama hanya
setahun Carter pun membuang cacatan tersebut. Edward menemukan catatan tersebut
esok harinya, dan mendorong Carter untuk mewujudkan keinginan-keinginannya itu,
dan bersedia menyandang dananya. Edward pun juga menambah beberapa catatan
keinginannya sendiri.
Pada awalnya Virginia, istri Carter tidak setuju
dengan rencana kepergiannya itu. Namun Carter memaksa dan nekat tetap pergi.
Perjalanan mereka berdua dimulai dengan terjun payung, membuat tato, balap
mobil, pergi di madagaskar melihat hewan liar, ke melihat Taj Mahal, piramida,
pergi ke Cina menyusuri Tembok Besar Cina hingga Hongkong. Perlahan coretan
yang ada pada kertas dahulu (The Bucket List) dicoret satu persatu. Hanya saja
ketika sampai di kaki gunung Everest mereka tidak jadi mendaki karena kondisi
cuaca yang buruk.
Di Hongkong Carter dibujuk oleh seorang gadis untuk
berbuat seks, tetapi menolak dan akhirnya memutuskan untuk kembali bersama
keluarganya. Ketika perjalanan pulang Carter mencoba membujuk Edward untuk
mencoba memperbaiki hubungannya dengan putrinya. Namun, Edward marah besar dan
tibulah pertengkaran diantara mereka berdua.
Carter pun kembali ke rumah dan disambut oleh
keluarga yang hangat. Namun, Edward malah merasa sendirian di rumahnya. Namun,
ketika Virginia berdandan dan bermaksud memuaskan seks, Carter pingsan dan
akhirnya dibawa ke rumah sakit. Kondisi Carter semakin parah dan Edward pun
menjenguknya. Ketika bertemu Carter mencairkan suasana dengan membuat sedikit
lelucon tentang kopi luwak.
Ketika Carter dioprasi, Edward membaca surat darinya
berisi permohonan maaf dan ingin agar Edward memperbaiki hubungannya dengan
putrinya dan Edward pun menemui putrinya untuk menyelesaikan semuanya.
Oprasi yang dilakukan Carter gagal, sehingga dia
menemui ajalnya. Beberapa bulan kemudian Edward juga meninggal. Abu dari
keduanya dibawa oleh Thomas di puncak gunung Everest, hingga akhirnya semua
daftar cacatan (The Bucket List) tercapai.
B. ANALISIS FILM
1. Menurut
Hurlock (1980) ada 8
karakteristik masa dewasa akhir, sehingga Carter, Edward dan Virginia memasuki
masa dewasa akhir, yaitu:
a. Adanya
periode penurunan atau kemunduran yang disebabkan oleh faktor fisik dan psikologis,
ini terlihat jelas ketika Edward saat meminum kopi tangannnya bergetar
menandakan menurunya kekuatan fisik, selain itu dalam membaca Edward juga
memerlukan kaca mata.
b. Perbedaan
individu dalam efek penuaan. Ada yang menganggap periode ini sebagaiwaktunya
untuk bersantai dan ada pula yang mengaggapnya sebagai hukuman. Ini terlihat
jelas bahwa wajah Edward dan Carter sama-sama mengkerut, namun tetap muncul
perbedaan baik segi keluarga, ekonomi, sosial, budaya maupun banyak kerutan
diwajahnya.
c. Ada
stereotip-stereotip mengenai usia lanjut. Yang menggambarkan masa tua tidaklah
menyenangkan. Namun, dalam cerita Carter dan Edward berusaha menikmati sisa
hidupnya dengan membuat “the bucket list”.
d. Sikap
sosial terhadap usia lanjut. Kebanyakan masyarakat menganggap orang
berusialanjut tidak begitu dibutuhkan karena energinya sudah melemah. Tetapi,
ada juga masyarakat yang masih menghormati orang yang berusia lanjut terutama
yangdianggap berjasa bagi masyarakat sekitar. Dalam cerita Edward masih
dihormat karena memiliki kekuasaan, pengetahuan, dan usaha yang dirintisnya
semenjak muda. Dan Carter pun juga masih dihormati oleh keluarganya.
e. Mempunyai
status kelompok minoritas. Adanya sikap sosial yang negatif tentang usia
lanjut. Meskipun begitu Edward berusaha menjadi orang normal dengan uangnya.
f. Adanya
perubahan peran. Karena tidak dapat bersaing lagi dengan kelompok yang lebih
muda. Perubahan peran tetap terjadi, namun Edward tetap dapat bersaing dengan
kelompok yang muda. Carter juga mengalami perubahan peran, namun tidak
diceritakan apakah dapat bersaig atau tidak dengan kelompok muda.
g. Penyesuaian
diri yang buruk. Timbul karena adanya konsep diri yang negatif yang disebabkan
oleh sikap sosial yang negatif. Edward mengalami demikian karena sikap
sosialnya negative, sehingga ketika selesai oprasi tidak ada yang menjenguknya.
h. Ada
keinginan untuk menjadi muda kembali. Mencari segala cara untuk memperlambat
penuaan. Ini digambarkan ketika mereka berusaha mencapai impiannya di “the
bucket list”
2. Menurut
Santrock (2002: 193), perbedaan jenis kelamin pada usia yang panjang juga
dipengaruhi oleh faktor-faktor biologis. Di dalam keseluruhan spesies
sebenarnya, wanita hidup lebih lama dibandingkan laki-laki. Dalam cerita
terbukti bahwa Virginia lebih bertahan hidup daripada Carter dan Edward.
3. Menurut
Santrock (2002: 201), hampir ¾ seluruh orang dewasa lanjut meninggal akibat
serangan jantung, kanker, atau penyakit cerebrouascular
(stroke). Dalam cerita dibuktikan dengan meninggalnya Edward dan Carter
karena kanker.
4. Menurut
Morse dan Johnson (dalam Santrock 2002: 208), sikap baik dari penyedia
perawatan kesehatan maupun orang dewasa lanjut merupakan aspek penting bagi
kesehatan orang dewasa lanjut. Dalam cerita ini tunjukkan dengan perawatan
intensif yang diberikan tenaga medis mempengaruhi kesehatan Carter dan Edward.
5. Menurut
Greene, dkk (dalam Santrock 2002: 208), di dalam penelitian komunikasi dalam
suatu kelompok dokter separuh baya dengan para pasiennya dari berbagai usia
telah dipelajar. Ara dokter memunculkan sedikit isu psikososial (bertanya
kepada pasien mengenai kecemasannya, aktivitas, dan lain-lan). Dan pada saat
pasien tua memberikan perhatian psikososialnya para dokter kurang menanggapi.
Hal ini digambarkan dalam cerita ketika Carter bertanya tentang kesehatannya
kepada dokter yang menangani Edward, dokter tersebut langsung menolaknya dengan
alasan tidak mengetahui kasusnya.
6. Horn
(dalam Santrock 2002: 218-209) berfikir bahwa beberapa kemampuan menurun
sedangkan kemampuan yang lainya tidak. Dia juga menyatakan, bahwa kecerdasan
yang mengkristal (Crytalliized Intellegence)-yaitu sekumpulan informasi dan
kemampuan-kemampuan verbal yang dimiliki individu-meningkat seiring usia,
sedangkan kecerdasan yang mengalir (Fluid Intelligence)-yaitu kemampuan seorang
untuk berfikir abstrak-menurun secara pasti semenjak dewasa tengah. Hal ini
ditunjukkan dalam cerita bahwa Edward dapat memimpin perusahaannya, dan Carter
dapa menjawab dan menjelaskan tentang sejarah secara rinci berdasarkan
buku-buku yang sering dibacanya semasa muda. Namun, kekuatan yang mereka miliki
menurun karena penuaan.
7. Menurut
Baltes (dalam Santrock 2002: 223) kebijaksanaan (wisdom) merupakan pengetahuan
seorang ahli mengenai aspek-aspek praktis dari kehidupan memungkinkan munculnya
keputusan yang bermutu mengenai hal-hal yang penting dalam kehidupan.
Kebijaksanaan dilakukan oleh sebagian besar orang dewasa akhir. Dalam cerita
kebijaksaaan Carter dan Edward dilakukan dalam pengambilan keputusan untuk
mencapai “the bucket list”. Kemudian keputusan Carter kembali kerumah dan
keputusan Edward untuk memperbaiki hubungan dengan putrinya merupakan bentuk
dari kebijaksanaan.
8. Menurut
Landy (dalam Santrock 2002: 225) beberapa orang tetap mempertahankan
produktivitas sepanjang kehidupannya. Orang-orang dewasa lanjut ini mungkin
mengikuti agenda pekerjaan yang melelahkan bagi pekerja-pekerja yang lebih
muda, dan beberapa pekerja tua menunjukkan keterampilan-keterampilan kreatif
yang lebih tinggi daripada rekan kerjanya yang lebih muda. Hal ini digambarkan
dalam cerita Edward ketika rapat lebih dihormati dan pendapatnya lebih diakui
dan diikuti dalam memimpin perusahaanya.
9. Menurut
Santrock (2002: 230) gangguan kecemasan (anxiecty disorders) adalah gangguan
psikologis yang dicirikan dengan ketegangan motorik (gelisah, gemetar, dan
ketidakmampuan untuk rileks), hiperaktivitas (pusing, jantung berdebar-debar,
atau berkeringat) dan pikiran serta harapan yang mencemaskan. Gangguan
kecemasan kerap dirasakan oleh orang dewasa akhir. Dalam cerita gangguan
kecemasan dialami oleh Edward dan Carter ketika mereka divonis oleh dokter
bahwa umur mereka tinggal sedikit, dan teratasi dengan memotivasi satu sama lain
untuk mewujudkan “the bucket list”. Gangguan kecemasan juga dirasakan oleh
Virginia ketika ditinggal pergi oleh Carter dan terobati ketika suaminya
kembali. Selain itu jua dialami oleh Edward ketika sendirian di rumah dan tidak
ada yang menemani.
10. Kegiatan
yang dilakukan Edward dan Carter mrupakan teori aktivitas karena mereka
melakukan aktivitas-aktivitas yang menimbulkan kepuasan. Santrock (2002: 239)
menyatakan, teori aktivitas menyatakan semakin orang-orang dewasa lanjut aktif
dan terlibat, semakin kecil kemungkinan mereka menjadi renta dan semakin besar
kemungkinan mereka merasa puasdengan kehidupannya.
11. Menurut
Condi, dkk (dalam Santrock 2002: 246) kebahagiaan pernikahan sebagai seorang
dewasa lanjut juga dipengaruhi oleh kemampuan masing-masing pasangan untuk
menghadapi konflik-konflik personal, termasuk penuaan, sakit, dan tentunya
kematian. Hal ini dalam cerita di gambarkan bahwa Virginia dan Cartel mengalami
kebahagiaan pernikahan ketika Cartel kembali ke rumah dan mereka bersama-sama
menikmati itu dengan keluarga meskipun mereka menyadari bahwa Cartel sedang
sakit dan umurnya tidak panjang lagi.
12. Menurut
Lee (dalam Santrock 2002:246) orang-orang yang menikah di masa dewasa akhir
biasanya lebih bahagia dibandingkan orang-orang yang sendiri. Hal ini diungkapkan
dalam cerita bahwa Cartel lebih terlihat bahagia ketika bersama keluarganya
dibandingkan dengan Edward yang tinggal sendirian di rumah megahnya.
13. Santrock
(2002: 248) menyatakan bahwa persahabatan diantara orang-orang lanjut usia
menjadi penting. Hal ini tergambar dalam cerita persahabatan antara Cartel dan
Edward yang kuat menimbulkan saling berubah bahagia satu sama lain akibat
kesenangan dalam mencapai “the bucket list” dan kepahaman akan pentingnya
keluarga
14. Menurut
Santrock (2002: 252-253) seorang dewasa akhir akan mencapai kepuasan hidup yang
dapat ditinjau dari segi pendapatan, kesehatan, suatu gaya hidup yang aktif,
serta jaringan pertemanan dan keluarga. Kepuasan hidup sendiri adalah
kesejahteraan psikologis secara umum
atau kepuasan terhadap kehidupan secara keseluruhan. Kepuasan hidup digunakan
secara luas dalam indeks kesejahteraan psikologis pada orang-orang dewasa
lanjut. Kepuasan hidup dalam cerita telah dicapai oleh Edward dan Cartel
sebelum mereka berdua meninggal.
C. KESIMPULAN
Dalam film “the bucket list” menceritakan kehidupan
dua orang dewasa akhir dilihat dari segi fisik, kognitif dan sosioemosional dan
dapat di ungkapkan dengan beberapa teori yang ada, seperti kebijaksanaan,
kepuasan hidup, kebahagiaan pernikahaan, dan lain sebagainya.
ANALISIS FILM: EAT, PRAY, LOVE
Posted by Unknown
On 02.11
Elisabeth Liz
adalah seorang penulis. Liz memasuki masa dewasa awal karena memiliki 2
ciri-ciri (menurut Santrock) yaitu telah memiliki kemantapan kerja dan dapat
mengambil keputusan. Dia Ketika berumur
30 tahun dia ke Bali untuk melaksanakan tugas dari majalah yang dimana tempat
dia bekerja. Ketika di Bali Liz menemui seorang dukun yang bernama Ketut Liyer.
Ketut Liyer kemudian meramal hidup Liz. Dari sinilah dimulai cerita perjalanan
Liz pada masa dewasa awalnya.
Liz kembali ke kotanya di New York, dia mulai
mendalami dunia kerjanya. Menurut teori kepribadian Holland, dunia kerja Liz
termasuk dalam tipe Realistik, karenasebagai seorang penulis Liz lebih menyukai
mencari informasi yang berada di luar ruangan dengan cara yang manual.Liz mulai
melakukan hubungan cinta dengan Stephen, seorang pekerja konvensional (menurut
teori kepribadian Holland). Hubungan cinta mereka termasuk dalam cinta romantic atau bergairah (menurut
Santrock) karena mereka memasuki dunia pernikahan.
Setelah menikah mereka membeli sebuah rumah untuk
memenuhi kebutuhan pernikahan. Liz pun mulai merenovasi dapurnya dengan alasan
ingin memasak dan menjadi ibu rumah tangga yang baik.
Akan tetapi setelah satu tahun perjalanan pernikahan
Liz merasa hampa akan ketidakhadiran kepuasan seksal; yakni memiliki anak.
Stephen lebih cenderung sibuk dengan dunia karirnya. Ini menunjukkan mulai
hilangnya cinta afeksi atau kebersamaan diantara
mereka berdua. Seiring berjalannya waktupun Liz mulai mengambil keputusan untuk
bercerai. Namun, Stephen menolaknya karena merasa hubungannya baik-baik saja.
Liz pun mulai mengajukan banding dengan cara menyerahkan seluruh hartanya
kepada Stephen agar setuju dengan percceraiannya. Liz pun akhirnya tinggal di
rumah sahabat dekatnya.
Dalam transisi masa perceraiannya dengan Stephen,
Liz bertemu dengan seorang actor bernama David. David merupakan pekerja
Artiktik (menurut teori kepribadian Holland) karena memiliki orientasi kreatif
untuk berakting. Seiring berjalannya waktu timbul rasa cinta diantara mereka
berdua. Mulai timbul cinta romantic atau bergairah. Dan
mereka mulai kerap bersama-sama, tinggal bersama dan melakukan hubungan
seksual. David yang memiliki agama yang kuat mulai menceritakan tentang
agamanya dengan Liz.
Seiring berjalannya waktu, David mulai enggan
melakukan hubungan seks dengan Liz. Liz mulai merasa tertrkan dan merasa
memiliki ketidakpuasan dalam seksualitas. Dari sinilah mulai timbul cekcok
diantara keduanya. Diasaat itulah Stephen mulai menyetujui perceraiannya.
Liz memasuki masa-masa kalut. Dia menceritakan
semuanya dengan sahabat dekatnya. Disinilah terlihat bahwa persahabatan sangat
kental pada masa dewasa awal. Liz mengalami
kesedihan berkali-kali lipat karena perceraian dan hubungannya dengan
david mulai goyah. Liz merasa tidak dapat mendapatkan kebutuhan seksnya
sehingga dia ingin mencari kepuasan lain (selain seks dan cinta) di Itali;
belajar bahasa Itali dan makan sepuasnya.
Di Itali Liz menyewa sebuah penginapan. Di suatu
toko makanan dia bertemu dengan Shopia Loren, seorang Swedia. Disitulah mulai
timbul persahabatan baru diantara keduanya. Liz mulai belajar bahasa Itali
dengan tutornya. Liz dan Sofi sering merjalan-jalan bersama, memakan apa saja
yang ada, mencicipi makanan Italia. Pada awalnya sofi merasa ragu dengan
memakan makanan karena takut berat badannya bertambah. Namun, liz meyakikannya
bahwa tak masalah jika berat badannya bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa masa
dewasa awal, beberapa individu akan berhenti berpikir bahwa pola makan mempengaruhi
kesehatan mereka, tetapi mereka cenderung memuasakan kenikmatan makanan dan
instan (menurut Santrock).
Hingga akhirnya Liz dan Sofi mengalami kenaikan
berat badan. Hal ini karena faktor lingkugkungan(berada di itali) dan faktor
kognitif (Liz merasakan kepuasan makan dan berpikir bahwa kegemukan tidak akan
berpengaruh yang berarti dalam hidupnya.
Setelah dari Itali, Liz mulai pindah ke India untuk
menemukan Tuhan. Di India dia bertemu dengan seorang pria bernama Richard dari
Teksas. Pada awalnya Liz merasa kekurangan puasan terhadap meditasi yang dia lakukan. Richardpun membantunya dengan
menceritakan pengalaman masa hidupnya ketika masa dewasa awal.
Ketika masa dewasa awal Richard ketergantungan
dengan alcohol, sehingga menyebabkan sering mabuk-mabukan. Pemakaian alcohol
menyebabkan penurunan kemampuan kognitif dan kesadarannya (menurut Santrock),
sehingga suatu ketika dia dalam keadaan mabuk menabrak istrinya. Ketika masa
dewasa tengah ia mulai merasa menyesal dan melakukan meditasi. Ini sesuai dengan
teori Transformasi Gould ketika memasuki masa dewasa tengah.
Di India juga Liz bertemu dengan seoorang remaja
berusia 17 tahun bernama Telsi, yang dipaksa menikah oleh kedua orang tuanya.
Liz mengingat masa lalunya ketika menikah, dan masih merasakan sakitnya
perceraian. Lizpun memberikan semangat kepada Telsi untuk mencapai semangat
dengan kebahagiaan pernikahannya.
Liz pun belajar banyak hal dan mulai mendalami
meditasi dan ritual-ritual spiritual hingga ia akhirnya mengalami kedamaian
kehidupan.
Setelah itu, Liz pun kembali ke Bali untuk menemui
Ketut Liyer. Disana Liz kenal dengan seorang apoteker yang juga mengalami
perceraian dan lebih sengsara. Liz pun membantunya dengan menghubungi
teman-temannya di India, Teksas, New York, dan Itali untuk ikut membantunya.
Liz pun bertemu dengan Felipe. Seorang pekerja
Realistik( menurut tori kepribadian Holand). Felipe memiliki banyak kesamaan
dengan Liz, mulai dari suka berpertualang hingga sama-sama pernah merasakan
pahitnya hubungan perceraian. Mereka sering bersama hingga akhirnya timbul
pecintaan. Meskipun pada awalnya Liz ragu dengan diyakinan oleh Ketut Liyer Liz
pun yakin. Akhirnya Lizpun menemukan cintanya dai Bali.
Kesimpulan:
Pada masa dewasa awal,
1. Liz mengalami kematangan karir dan pengambilan
keputusan.
2. Liz mengalami pernikahan dengan Stephen, dan harapan
pernikahan tidak tercapai sehingga memilih bercerai.
3. Liz dan Stephen sama-sama memiliki luka hati akibat
perceraian.
4. Liz memulai hubungan baru dengan David tetapi tetap
tidak memiliki kepuasan seksual.
5. Liz pergi ke Italia untuk mencari kepuasan lain
selain kepuasan seksual; makan, persahabatan, dan pemahaman bahasa Itali.
6. Shofi memiliki kecemasan berat badan.
7. Liz dan Sofi mengalami kenaikan berat badan.
8. Liz pergi ke India untuk pemuasan kebutuhan spiritual.
9. Richad memiliki kecanduan terhadap alcohol.
10. Liz kembali ke Bali dan mendapatkan cinta dengan
Felipe, dan lebih memaknai arti hidup.
11. Liz mendalami kreatifitasnya menulis (menunjukkan
dewasa awal kreatifitas bertambah) dengan menerbitkan buku tentang dirinya dan
sukses)
Karena, dalam masa dewasa awal terjadi pemikiran beragam dimana manusia mulai
menyadari bahwa jawaban dari semua pertannyaanya tidak selalu mendapatkan
jawaban. Dan terjadi Relativitasme total dimana
memahami bahawa kebenaran adalah relative, tsehingga Liz mencari kebenaran dari
jati dirinya
KONSEP DASAR PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN
Posted by Unknown
On 02.06
Pertumbuhan
A. Pengertian Secara Etimologis
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, pertumbuhan berasal dari kata tumbuh yang
berarti tambah besar atau sempurna.
B. Pengertian Secara Termitologis
Pertumbuhan dapat diartikan sebagai
perubahan kuantitatif pada
materil sesuatu sebagai akibat dari
adanya pengaruh lingkungan. Perubahan kuantitatif ini
dapat berupa pembesaran
atau pertambahan dari ada
menjadi tidak ada,
dari kecil menjadi besar dari
sedikit menjadi banyak, dari sempit menjadi luas, dan lain-lain.
Pertumbuhan juga
merupakan perubahan secara fisiologis
sebagai hasil dari
proses pematangan
fungsi-fungsi fisik, yang
berlangsung secara normal pada
diri anak yang
sehat dalam perjalanan waktu tertentu. Pertumbuhan dinyatakan
dalam perubahan-perubahan yang
terjadi pada bagian
tertentu, tetapi pertumbuhan itu
sendiri adalah suatu
sifat umum dari suatu organisme.
Dari
pengertian di atas
dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan
merupakan perubahan individu berupa fisik
yang bersifat kuantitatif
tentunya yang dapat diukur.
Dapat dicontohkan misalnya pertumbuhan berat
badan, bertambahnya tinggi,
dan bertambahnya panjang pada rambut.
C. Pengertian Menurur Para Ahli
1.
Karl
E. Garrison
Pertumbuhan adalah perubahan individu
dalam bentuk ukuran
badan, perubahan otot, tulang, kulit, rambut dan kelenjar.
2.
Atan Long
Pertumbuhan
adalah perubahan yang dapat diukur dari satu peringkat ke satu peringkat yang
lain dari masa ke masa.
3.
D.S Wright & Ann Taylor
Pertumbuhan
adalah pertambahan dalam berbagai sifat luaran seseorang (sifat jasmani,
seperti: ukuran tubuh, tinggi, berat badan dan lain-lain)
4.
Santrok Yussen
Pertumbuhan
adalah pertambahan dalam berbagai sifat luaran seseorang (sifat jasmani,
seperti: ukuran tubuh, tinggi, berat badan dan lain-lain)
D. ASPEK
PERTUMBUHAN
1.
Pertumbuhan
Fisik
Pertumbuhan fisik merupakan pertumbuhan struktur
tubuh manusia yang terjadi sejak masih dalam kandungan hingga dewasa.
2.
Pertumbuhan
Otak
Pertumbuhan otak berkaitan dengan perkembangan anak
itu sendiri. Karena otak berkaitan dengan perkembangan kognitif.
E. HUKUM
PERTUMBUHAN
1.
Hukum
Cephalocoudal
Hukum ini berlaku pada pertumbuhan fisik yang
menyatakan bahwa pertumbuhan fisik dimulai dari kepala ke arah kaki.
2.
Hukum
Proximodistal
Hukum ini menyatakan bahwa pertumbuhan fisik
berpusat pada sumbu dan mengarah ke tepi. Alat-alat tubuh yang terdapat di
pusat, seperti jantung, hati, dan alat-alat pencernaan lebih dahulu berfungsi
daripada anggota tubuh yang ada di tepi.
Perkembangan
A. Pengertian Secara Etimologis
Dalam
Kamus Besar Bahasa Indonesia, perkembangan berasal dari kata kembang kembang berarti maju,menjadi lebih baik.
B. Pengertian Secara Termitologis
Perkembangan adalah
proses kualitatif yang mengacu
pada penyempurnaan fungsi sosial
dan psikologis dalam
diri seseorang dan berlangsung sepanjang hidup manusia.
C. Pengertian Menurur Para Ahli
1.
Crow
Perkembangan adalah perubahan secara
kualitatif serta cenderung kearah yang lebih baik dari segi pemikiran, rohani,
moral, dan sosial.
2.
Karl E.
Garrison
Perkembangan adalah hasil dari pada
tindakan yang saling berkaitan antara perkembangan jasmani dan pembelajaran.
3.
Atan Long
Perkembangan adalah adanya timbul
sifat baru yang berlainan dari sifat awal dan terus berlaku hingga akhir hayat.
4.
Santrok Yussen
Perkembangan
merupakan pola perkembangan individu yang berawal pada konsepsi
dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi.
Dengan
demikian perkembangan berlangsung dari proses terbentuknya individu dari proses
bertemunya sperma dengan sel telur dan berlangsung sampai akhir hayat yang
bersifaf timbulnya adanya perubahan dalam diri individu.
5.
Elizabeth B. Hurlock
Perkembangan
merupakan serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses
kematangan dan pengalaman, terdiri atas serangkaian perubahan yang bersifat kualitatif dan kuantitatif. Dimaksudkan
bahwa perkembangan merupakan proses perubahan individu yang terjadi dari kematangan
(kemampuan seseorang sesuai usia normal) dan pengalaman yang merupakan
interaksi antara individu dengan
lingkungan sekitar yang menyebabkan perubahan kualitatif dan kuantitatif (dapat
diukur) yang menyebabkan perubahan pada diri individu tersebut.
Ini berarti bahwa perkembangan bukan sekedar penambahan
berapa sentimeter pada tinggi badan seseorang atau peningkatan kemampuan
seseorang atau peningkatan kemampuan seseorang, melainkan suatu proses
integrasi dari berbagai banyak struktur dan fungsi yang kompleks.
6.
Kasiram
Perkembangan mengandung
makna adanya pemunculan
sifat-sifat yang baru, yang berbeda dari sebelumnya, mengandung arti bahwa
perkembangan merupakan perubahan sifat individu menuju kesempurnaan yang
merupakan penyempurnaan dari sifat-sifat sebelumnya.
Spikier (1966) mengemukakan dua macam pengertian yang harus
dihubungkan dengan perkembangan yaitu:
a.
Ontogenetik, yang berhubungan dengan
perkembangan sejak terbentuknya individu yang baru dan seterusnya sampai dewasa
b.
Filogenetik, perkembangan dari asal-usul manusia sampai sekarang ini.
D. ASPEK PERTUMBUHAN
1.
Perkembangan
Psikomotorik
Perkembangan psikomotor atau disingkat sebagai
perkembangan motor adalah perkembangan mengontrol gerakan-gerakan tubuh melalui
kegiatan-kegiatan yang terkoordinasikan anatar susunan syaraf pusat, syaraf,
dan otot.
2.
Perkembangan
Kognitif
Perkembangan kognitif atau bisa dikatakan
perkembangan mental merupakan perkembangan perkembangan yang mencangkup
pemahaman tentang dunia, penemuan pengetahuan, pembuatan perbandingan,
berpikir, dan mengerti.
3.
Perkembangan
Sosial
Perkembangan sosial mengandung makna pencapaian
suatu kemampuan untuk berperilaku sesuai dengan harapan sosial yang ada.
4.
Perkembangan
Emosi
Emosi merupakan gejala perasaan disertai dengan
perubahan atau perilaku fisik seperti marah yang ditunjukkan dengan teriakan
suara keras atau tingkah laku yang lain. Begitu pula sebaliknya, yaitu gembira
yang akan melonjakkan kegirangan.
E.
HUKUM
PERTUMBUHAN
1.
Perkembangan
Terjadi dari Umum ke Khusus
Pada setiap aspek terjadi proses perkembangan yang
dimulai dari hal-hal umum, kemudian secara sedikit demi sedikit meningkat ke
hal-hal khusus.
2.
Perkembangan
Berlangsung dalam Tahapan-Tahapan Perkembangan
Dalam perkembangan terjadi penahapan yang
terbagi-bagi ke dalam masa-masa perkembangan. Pada setiap masa perkembangan
terdapat ciri-ciri perkembangan yang berbeda antara ciri-ciri yang ada pada
masa perkembangan yang lain.
3.
Hukum
Tempo dan Ritme Perkembangan
Tahapan perkembangan berlangsung secara berurutan,
terus menerus dan dalam tempo perkembangan yang relatif tetap serta bisa
berlaku secara umum.
4.
Persamaan Pertumbuhan dan Perkembangan
Keduanya
merupakan proses perubahan progresif. Maksudnya berjalan secara bersamaan. Dan bersifat
maju, meningkat dan menjadi lebih baik.
Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan
1.
Sifat
perubahan
Pada pertumbuhan perubahan bersifat kuantitatif
sedangkan pada perkembangan perubahan
bersifat kualitatif fungsional.
Perubahan kuantitatif adalah perubahan
dalam angka atau jumlah,seperti tinggi, berat, kosakata, perilaku agresif, atau
frekuensi komunikasi. Sedangkan perubahan kualitatif adalah perubahan dalam
jenis,struktur, atau organisasi.
2.
Aspek
yang berubah
Pada pertumbuhan yang berubah adalah aspek
fisik saja, sedangkan pada perkembangan aspek yang berubah adalah aspek fisik
dan psikis.
Hubungan antara Pertumbuhan
dan Perkembangan
1.
Perkembangan
tidak terpisahkan dari pertumbuhan.
2.
Perkembangan
terjadi bersamaan atau setelah terjadinya proses pertumbuhan.
3.
Perkembangan
terjadi dengan baik jika didukung oleh pertumbuhan yang normal.
Prinsip-Prinsip
Pertumbuhan dan Perkembangan
Proses
pertumbuhan dan perkembangan yang terjadi pada individu manusia mengikuti
prinsip-prinsip yang berlaku secara umum, yaitu:
1.
Tipe-tipe perubahan
a.
Perubahan dalam ukuran
b.
Perubahan dalam proporsi
c.
Hilangnya ciri-ciri masa lalu (yang lama)
d.
Perolehan ciri-ciri yang baru.
2.
Pola pertumbuhan fisik :
a.
Hukum cepalocaoudal
b.
Hukum proximodistal
3.
Karakteristik perkembangan
a.
Perkembangan berlangsung dari
hal-hal yang bersifat umum ke yang bersifat khusus.
b.
Perkembangan itu berkesinambungan.
c.
Setiap bagian tubuh mempunyai
kecepatan pertumbuhan sendiri-sendiri
d.
Selalu ada korelasi antara
perkembangan yang awal dengan perkembangan selanjutnya.
4.
Perbedaan individu
5.
Pola perkembangan bersifat periodik
6.
Terdapat tugas perkembangan dalam
setiap periode.
Ciri-Ciri
Pertumbuhan dan Perkembangan
1.
Perubahan
dalam aspek ukuran
a.
Aspek
fisik: perubahan tinggi dan berat
badan serta organ-organ tubuh lainnya
b.
Aspek
psikis: semakin bertambahnya perbendaharaan
kata dan matangnya kemampuan berpikir, mengingat, serta menggunakan imajinasi
kreatif
2.
Perubahan
dalam proporsi
a.
Aspek fisik: proporsi tubuh anak
berubah sesuai dengan fase perkembangannya, dan pada usia remaja proporsi tubuh
anak mendekati proporsi tubuh usia dewasa
b.
Aspek psikis: perubahan imajinasi
dari yang fantasi ke realitas dan perubahan perhatian dari yang tertuju kepada
dirinya sendiri berlahan-lahan beralih kepada orang lain (khususnya teman
sebaya)
3.
Lenyapnya
tanda-tanda lama
a.
Aspek fisik: lenyapnya kelenjar thymus (kelenjar kanak-kanak)
yang terletak pada bagian dada, rambut halus, dan gigi susu
b.
Aspek
psikis: lenyapnya masa mengoceh (meraban),
bentuk gerak-gerik kanak-kanan (seperti merangkak), dan perilaku impulsif
(melakukan sesuatu sebelum berpikir)
4.
Diperolehnya
tanda-tanda baru
a.
Aspek fisik: tumbuh dan pergantian
gigi dn matangnya organ-organ seksual pada usia remaja, baik primer (mestruasi
pada wanita dan mimpi basah pada pria), maupun sekunder (membesarnya pinggul
dan buah dada pada wanita, dan tumbuhnya kumis serta perubahan suara pada pria)
b.
Aspek
psikis: berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berhubungan dengan ilmu
pengetahuan, lingkungan alam, nilai-nilai moral, dan agama
KESIMPULAN
Pertumbuhan lebih banyak berkenaan dengan
aspek-aspek jasmaniah atau fisik. Pertumbuhan
menunjukkan pertumbuhan atau penambahan secara kuantitas, yaitu penambahan
dalam ukuran besar atau tinggi.
Perkembangan berhubungan dengan aspek-aspek pasikis
atau rohaniah. Perkembangan berkenaan dengan
peningkatan kualitas, yaitu peningkatan dan penyempurnaan fungsi.
Dengan
demikian, disimpulkan bahwa pertumbuhan
berkenaan dengan penyempurnaan struktur sedangkan perkembangan dengan
penyempurnaan fungsi.
DAFTAR PUSTAKA
Rujukan Buku
Papalia,
Diane, dkk. 2008. Human Development
(Psikologi Perkembangan). Jakarta: Kencana
Internet
Dank Bioma. 2013. Teori Perkembangan Moral Serta Aplikasinya Dalam Ilmu Pengetahuan Alam (diakses dari http://dankbioma.blogspot.com/2013/04/teori-perkembangan-moral-serta_1612.html pada hari Selasa, 17 September 2013 pukul 13.08 WIB)
Luluk Aniqiyah. 2012. Teori Perkembangan
Vigotsky. (diakses dari http://aniqiyah09luluk.blogspot.com/2012/12/teori-perkembangan-vygotsky.html pada hari pada hari
Selasa, 17 September 2013 pukul 13.11 WIB)
Luluk Aniqiyah. 2012. Teori
Perkembangan Jean Piaget (diakses
dari http://aniqiyah09luluk.blogspot.com/2012/12/teori-perkembangan-jean-piaget.html
pada hari pada hari Selasa, 17 September 2013 pukul 13.11
WIB)
Tisa Chan. 2012. Teori-teori yang melandasi perkembangan individu { Teori Psikoanalisa (Freud) & Teori Behavioristik (Pavlov, Skinner) }. (diakses dari http://tisachan.blogspot.com/2012/11/teori-teori-yang-melandasi-perkembangan.html pada hari pada hari Selasa, 17 September 2013 pukul 12.56 WIB)
Langganan:
Postingan (Atom)









